Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Upaya Kemendikbud Atasi Kasus Ferienjob

Kompas.com - 04/04/2024, 17:42 WIB
Sandra Desi Caesaria,
Dian Ihsan

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengaku sudah mengatasi permasalahan ferienjob di Jerman yang menimpa ribuan mahasiswa.

Kasus ferienjob melibati 1.047 mahasiswa yang menjadi korban dari 33 universitas di Indonesia.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek, Kiki Yuliati menegaskan jika ferienjob bukan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Meski bukan bagian dari MBKM, program ini adalah legal di Jerman. Bedanya dengan magang, program ini dibuka untuk mahasiswa yang libur akhir tahun yang mau bekerja.

Sehingga dalam program ferienjob pemerintah Jerman mencari mahasiswa yang kuat secara fisik untuk mengisi kekurangan tenaga kerja di banyak perusahaan. 

Baca juga: 93 Mahasiswa Korban Magang Ferienjob di Jerman, UNJ Ambil Langkah Hukum

Hanya saja saat program ferienjob ini mulai muncul di Indonesia. Banyak orang melihat ferienjob sama seperti magang, sehingga program itu menjadi rancu.

Padahal, kata Kiki, ferienjob diisi dengan pekerjaan-pekerjaan fisik yang tidak dalam rangka kerja sama bilateral dengan pemerintah RI.

"Tidak ada kerjasama antara Pemerintah Jerman dengan Indonesia (terkait ferienjob)," ucap dia saat rapat kerja kerja antara Kemendikbud dengan Komisi X DPR RI, pada Rabu (3/4/2023). 

Ia mengatakan, ferienjob itu dibuka dengan syarat mahasiswa yang bekerja tidak boleh dibebankan beban belajar. Artinya, program ini hanya cocok untuk mengisis liburan saja.

"Jadi ini memang satu hal yang tidak cocok menjadi MBKM. Karena program ini bertujuan untuk mengisi kekurangan tenaga fisik di Jerman dan hanya mengisi masa liburan semester dan masa kerjanya maksimum 90 hari per tahun per anak," bebernya.

Dia juga menyebut Ferienjob memang dilaksanakan sekitar tiga bulan.

"Setiap mahasiswa yang dapat visa ferienjob itu hanya dapat visa maksimum 90 hari dalam 1 tahun berjalan. Kemudian kesempatan ini juga membutuhkan kemampuan bahasa Jerman yang dasar untuk merupakan modal memberikan kemampuan mereka berkomunikasi sehari-hari di Jerman untuk ikuti ferienjob," ungkap dia

Kiki juga menjelaskan kalau kebutuhan ferionjob adalah mahasiswa yang sanggup bekerja kasar. Sedangkan magang yang dibutuhkan adalah kesiapan mahasiswa mendapatkan soft skill dan hard skill.

Baca juga: Kasus Ferienjob Jerman, Unja Sebut Sihol Situngkir Tak Aktif di Kampus

Saat ini, kata Kiki, sudah tidak ada lagi mahasiswa Indonesia yang mengikuti ferienjob di Jerman sebagai bagian dari MBKM.

3 upaya Kemendikbud atasi Ferienjob

Kiki menjelaskan sudah ada tiga upaya Kemendikbud mengatasi masalah ferienjob. Berikut rinciannya:

1. Mendukung penuh upaya penegakan hukum yang dilakukan kepolisian.

2. Melakukan audit internal untuk merumuskan perbaikan yang perlu dilakukan terkait pelaksanaan magang oleh perguruan tinggi.

“Kami secara internal juga melakukan audit untuk kami melakukan perbaikan bersama perguruan tinggi agar hal serupa tidak terjadi lagi,” ujar Kiki.

Baca juga: Kemendikbud Kaji Pemberian Sanksi 33 PTN yang Terlibat Kasus Ferienjob

3. Mengimbau perguruan tinggi agar melaksanakan program MBKM Mandiri berpedoman kepada peraturan yang berlaku serta buku panduan MBKM 2020.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com