Kompas.com - 01/07/2022, 09:34 WIB
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Rilisnya perpanjangan cuti melahirkan dalam draft Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) menimbulkan berbagai respons dari masyarakat, terutama pada pekerja perempuan.

Di sisi lain, sebagian besar orang khawatir akan konsekuensi dibalik dari kebijakan tersebut.

Baca juga: Calon Doktor Muda UB, Syahputra Lulus dengan IPK 4,00 di Usia 26 Tahun

Meski demikian, para pakar meyakini RUU KIA dapat membantu, misalnya berkaitan dengan aturan lainnya.

Sepaham dengan pernyataan itu, Ahli Hukum Ketenagakerjaan Unair, Prof. Hadi Subhan mengungkapkan akan muncul masalah apabila RUU KIA tidak disinkronisasi.

"Kurang tepat itu maksudnya seolah-olah berdiri sendiri, bukan berarti bahwa RUU KIA bisa mengesampingkan UU Ketenagakerjaan. Kalau berdiri sendiri, perusahaan mengatur regulasi ketenagakerjaan lebih khusus daripada RUU KIA," ujar dia melansir laman Unair, Jumat (1/7/2022).

Jika mengarah dalam UU Ketenagakerjaan, kata Prof. Hadi, pemerintah juga tak boleh lepas tangan.

Bukan hanya mengatur ketentuan cuti, melainkan tidak mengatur konsekuensinya.

Misalnya, 3 bulan penuh dibayar perusahaan dan 3 bulan kemudian disubsidi dari pemerintah dengan catatan perusahaan tidak bisa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sebenarnya, kata dia, ada jaminan kehilangan pekerjaan. Orang yang kena PHK akan mendapatkan jaminan selama 6 bulan diberikan gaji dari negara.

Baca juga: Peneliti UGM: Hentikan Konten Media Sosial yang Berujung Maut

"Harapannya, kalau ada tambahan cuti melahirkan, negara juga mengcover. Andaikan dibebankan ke perusahaan, maka menyebabkan beberapa efek, termasuk perusahaan tidak kompetitif, harga produksi mahal, akhirnya impor," jelas dia.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.