Kompas.com - 08/12/2021, 12:17 WIB
Warga saat menyelamatkan barang dari rumah mereka yang terdampak erupsi Gunung Semeru yang meluncurkan awan panas di Desa Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (7/12/2021). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (06/12) pukul 20.15 WIB, setidaknya 22 orang tewas, sementara 22 orang dinyatakan hilang dan 56 lainnya mengalami luka-luka. Erupsi juga berdampak terhadap 5.205 jiwa. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga saat menyelamatkan barang dari rumah mereka yang terdampak erupsi Gunung Semeru yang meluncurkan awan panas di Desa Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (7/12/2021). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (06/12) pukul 20.15 WIB, setidaknya 22 orang tewas, sementara 22 orang dinyatakan hilang dan 56 lainnya mengalami luka-luka. Erupsi juga berdampak terhadap 5.205 jiwa.
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Setelah Gunung Semeru erupsi, Sabtu (4/12/2021) ribuan warga yang terdampak masih berada di pengungsian.

Kondisi para warga di lereng Gunung Semeru ini tentu menjadi perhatian banyak pihak. Selain rumah mereka yang rusak akibat guguran material vulkanik, warga juga mengalami trauma pasca erupsi tersebut.

Hingga saat ini sudah banyak perguruan tinggi yang mengirimkan tim untuk membantu warga di tempat pengungsian.

Dalam hal ini, Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mendorong mahasiswanya untuk menjadi relawan Mahasiswa Tanggap Bencana (MATANA).

Baca juga: Akademisi UGM: 3 Bahan Ini Bisa Kurangi Malnutrisi Pasien Hemodialisis

Mahasiswa jadi relawan di Semeru diakui 4 SKS

Melalui program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk meningkatkan empati atas kondisi sosial.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Surabaya Dede Nasrullah menjelaskan, aksi kemanusiaan bagian dari menumbuhkan rasa empati mahasiswa.

Proyek kemanusiaan ini dapat dikonversi sebagai Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan kredit 4 SKS.

"Kami membuka kesempatan kepada Mahasiswa aktif UM Surabaya mendaftarkan diri menjadi relawan bencana," kata Dede seperti dikutip dari laman UM Surabaya, Rabu (8/12/2021).
Dia menjelaskan, mahasiswa yang terpilih direkognisi nilai mata kuliah KKN. Hal ini merupakan bagian dari implementasi MBKM.

Baca juga: Psikolog Unair: Penurunan Higienitas Diri Termasuk Gejala Psikosis

Lakukan trauma healing hingga berjaga di dapur umum

Dede mengungkapkan, meski pendaftaran baru dibuka sehari, sudah ada puluhan mahasiswa yang mendaftar.

Banyaknya pendaftar akan dilakukan seleksi personal, administratif dan wawancara. Mereka yang lolos yang akan diberangkatkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.