Kompas.com - 08/12/2021, 10:54 WIB
Kemendikbud Ristek melalui ICE Institute menyediakan beasiswa pembelajaran secara daring (online) untuk mahasiswa Indonesia. Dok. Kemendikbud RistekKemendikbud Ristek melalui ICE Institute menyediakan beasiswa pembelajaran secara daring (online) untuk mahasiswa Indonesia.

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melalui ICE Institute menyediakan beasiswa pembelajaran secara daring (online) untuk mahasiswa Indonesia.

Beasiswa Kemendikbud Ristek dan ICE Institute memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dari berbagai perguruan tinggi favorit dari dalam dan luar negeri.

"ICE Institute dibentuk sebagai marketplace pembelajaran daring di Indonesia, mahasiswa dapat belajar dari berbagai perguruan tinggi favorit dari dalam dan luar negeri dan sertifikat yang didapatkan dapat dialihkreditkan," tulis Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) melalui akun Instagram resmi, Rabu (8/12/2021).

Baca juga: Program Kampus Mengajar 3 Dibuka, Dapat Uang Saku hingga Bantuan UKT

Beasiswa bertema "Merdeka Belajar untuk Semua" menyediakan sebanyak 14.550 slot beasiswa per semester bagi mahasiswa untuk mengambil berbagai mata kuliah melalui ICE Institute.

ICE Institute sendiri saat ini memiliki 165 mata kuliah dari universitas nasional dan 2.500 slot peserta untuk mengambil 1.420 mata kuliah edX dari 55 universitas internasional.

Mengenal ICE Institute

Cyber Education Institute (ICE Institute) diresmikan Kemendikbud Ristek pada 28 Juli 2021 bersama dengan dua belas universitas guna bergotong-royong menguatkan "Merdeka Belajar".

Kedua belas universitas yang tergabung dalam ICE Institute terdiri atas UI, UGM, ITS, IPB, Pradita University, Binus University, UPH, UNJ, Unika Atma Jaya, UNS, Undip, Telkom University, dan UT (Universitas Terbuka) selaku ketua konsorsium.

Dalam kesempatan sama, Kepala ICE Institute Prof. Paulina Panne menjelaskan selain kedua belas universitas, ICE Institute juga didukung Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia dan juga lokapasar EdX yang dimotori Universitas Harvard dan MIT Amerika Serikat.

Baca juga: Kiat Raih Beasiswa S1 Bank Indonesia, Kuliah Gratis bagi Mahasiswa

Selain itu, ICE Institute juga menggandeng MIT OCW, Kalibrr, SPADA Indonesia, RELO US Embassy Jakarta dengan dukungan dana operasional dari ADB, Microsoft, PCMAN, dan Cloudswyft.

Ia juga menjelaskan, ICE Institute juga telah dilengkapi dengan teknologi blockchain yang mencatat semua penempuhan dan perolehan mata kuliah oleh peserta pembelajaran secara daring yang dapat dihubungkan dengan job market.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.