Kompas.com - 30/11/2021, 18:09 WIB
Ilustrasi pertanian Kompas/Mohammad Hilmi FaiqIlustrasi pertanian

KOMPAS.com - Indonesia merupakan negara terluas ketujuh di dunia setelah Rusia, Kanada, Amerika Serikat, Tiongkok, Brasil, dan Australia. Namun, dengan luas wilayah besar, terdapat sebuah masalah klasik yakni pusat ekonomi masih dominan berada di kota-kota besar.

Faktor inilah menjadi salah satu pendorong mereka yang dalam usia produktif bekerja melakukan urbanisasi dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan membuat desa kehilangan SDM terbaik mereka karena memilih hijrah merantau ke kota.

Kegelisahan inilah yang kemudian mendorong Dewo Nursatrio membangun platform DesaKami, platform digital yang memberikan berbagai informasi terkait potensi desa dari seluruh Indonesia.

Pria yang mengambil jurusan kuliah jurusan Cyber Security di Universitas Binus mengatakan bahwa dirinya membuat platform ini karena melihat masih banyak potensi desa di banyak daerah yang belum terekspos secara maksimal.

“Singkat cerita, saya dulu pernah main di sebuah daerah di Jawa Barat, lalu saya lihat disana pemandangan bagus, dan banyak potensi seperti pertanian dan perkebunan," ungkap Dewo melalui rilis resmi (30/11/2021).

"Terus saya ada bertanya-tanya, kok saya sampe gak tau ada tempat sebagus ini dan semurah ini. Lalu punya potensi banyak, jadi saya pikir ayo kita bikin platform deh,” ujar Dewo Nursatrio.

Ia berharap, platform digital DesaKami nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menghimpun informasi tentang desa, melakukan transaksi perdagangan hasil potensi desa, dan menjadi referensi untuk desa wisata favorit yang ingin dikunjungi.

“Jadi apapun potensi daerahnya, mulai itu dari sektor pertanian, perikanan, perkebunan, wisatanya, semuanya. Nah dari sana kita bantu maksimalkan dan menjembatani agar bisa kelihatan sama dunia luar kalo merek itu punya itu,” ujar pria lulusan Universitas Binus tersebut.

Dewo menjelaskan, platform Desakami nantinya menjadi one stop solution platform di mana di dalamnya terdapat marketplace atau lokapasar untuk kegiatan jual beli antar member.

Lalu terdapat juga konten berupa artikel atau news yang berisi segala informasi mengenai potensi dari sektor agrikultur maupun agrowisata lengkap dengan infografis, foto, video dan pendukung lainnya.

Baca juga: Cerita Alumnus UNS: Manfaatkan Peluang, Bangun Bisnis Desa Organik

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.