Kompas.com - 16/11/2021, 10:57 WIB
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Ramainya penolakan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbud) Republik Indonesia Nomor 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di perguruan tinggi oleh berbagai lapisan masyarakat menuai pertanyaan.

Sebagai upaya untuk mendalami dan mengkritisi hal tersebut, Prof. Euis Sunarti, Guru Besar IPB bidang Ketahanan Keluarga angkat bicara.

Baca juga: Nadiem Makarim Minta Korban Kekerasan Seksual di Kampus Buka Suara

Euis menyatakan setelah membaca dan menganalisis isinya, Permendikbud kekerasan seksual perguruan tinggi perlu ditolak atau diubah secara mendasar.

Sebab terdapat multitafsir dalam definisi, menghilangkan identitas gender dan sexual consent.

Pihak perumus peraturan tersebut hendaknya memperhatikan aspirasi dari pihak-pihak yang menolak aturan tersebut.

Mereka tentu telah melakukan kajian mendalam sehingga sampai pada sikap menolak yang menandakan adanya masalah serius.

"Saya pribadi sejak awal keluarnya Permendikbud ini, sangat nyata melihat ada masalah di situ. Mulai dari definisi kekerasan seksual yang diambil dari RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang lama, walaupun agak sedikit diubah, tapi semangatnya sama tentang sexual consent," ungkap dia melansir laman IPB, Selasa (16/11/2021).

Fokusnya, masih tidak adanya persetujuan, karena memang bertentangan dengan nilai agama.

Baca juga: Nadiem Makarim: Kekerasan Seksual di Kampus Sudah Tingkat Pandemi

Dia menambahkan, pasal 5 ayat 2 dari A hingga U memberikan keleluasaan, sehingga dapat mudah untuk dibalik pengertiannya.

Hal ini tentu tidak sesuai dengan norma ketika dilandaskan pada "ketidaksetujuan", karena berdampak pada pelegalan zina dan hubungan sesama jenis.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.