Kompas.com - 13/11/2021, 09:57 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

KOMPAS.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan kembali dukungannya terhadap kebijakan Kemendikbud Ristek terkait Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Hal ini disampaikan Menag Yaqut dalam Konferensi Pers virtual tentang Merdeka Belajar Episode ke-14 bersama Mendikbudristek Nadiem Makarim dan Menteri PPA I Gusti Ayu Bintang Puspayoga, di Jakarta.

"Ini momentum kita berbuat baik kepada bangsa dan negara terutama di dunia pendidikan," tutur Menag Yaqut, dilansir dari laman Kemenag.

Permendikbud PPKS, lanjut Menag, merupakan upaya untuk menjaga martabat kemanusiaan, dan ini merupakan esensi ajaran agama.

"Saya selaku Menteri Agama Republik Indonesia, saya menyambut baik dan mendukung atas terbitnya Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021, tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi, sebagai bagian dari program Merdeka Belajar Episode ke-14," imbuhnya.

Baca juga: Daftar Sanksi Pelaku Kekerasan Seksual Menurut Permendikbud PPKS

Menag menuturkan, pencegahan kekerasan seksual sejalan dengan konsep Moderasi Beragama yang terus digelorakan Kemenag.

"Moderasi Beragama singkatnya adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan berlandaskan prinsip adil, berimbang dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa," ujar Menag.

Permendikbudristek Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) nomor 30 tahun 2021 dinilai detil dalam mengatur langkah-langkah yang penting di perguruan tinggi untuk mencegah dan menangani kekerasan seksual.

"Tidak ada alasan untuk tidak memberikan dukungan terhadap permen yang revolutif. Membongkar semua yang buntu-buntu kebuntuan dan kejumudan, stagnasi, yang dialami selama ini," ujar Menag.

Dalam regulasi ini ada serangkaian aturan mulai dari jenis kekerasan seksual, cara pencegahan, tindak lanjut apabila ada kasus kekerasan seksual, sanksi hingga pembentukan satgas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.