Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

GSM: Guru Ujung Tombak Perubahan Pendidikan, Bukan Kurikulum

Kompas.com - 07/05/2024, 10:53 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) menegaskan guru adalah ujung tombak dalam mentransformasi masyarakat melalui pendidikan. Sebagai ujung tombak, guru kini  banyak dihadapkan beragam persoalan yang memerlukan solusi inovatif.

Benang merah ini menjadi pembahasan dalam gelar wicara bertajuk “Mari Wujudkan Perubahan Pendidikan Berkebudayaan Baru Menuju Generasi Cemerlang melalui Gerakan Sekolah Menyenangkan" di Tangerang, Banten pada 4-5 Mei 2024.

Gelar wicara merupakan kolaborasi antara GSM dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang dengan menghadirkan pembicara utama Muhammad Nur Rizal (Founder GSM) dan Novi Poespita Candra (Co-Founder GSM) guna memaparkan materi dan ide-ide perubahan.

Acara diikuti lebih dari 500 peserta dari 250 sekolah setingkat SD dan SMP terdiri dari kepala sekolah, guru, dan pengawas se-Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini menjadi forum diskusi sekaligus langkah konkret membangun perubahan budaya pendidikan inklusif dan inovatif.

Dalam diskusi dan obrolan, muncul isu-isu yang menggelisahkan, terutama terkait dengan kompleksitas kebijakan pendidikan seperti Kurikulum Merdeka, Guru Penggerak, dan Platform Merdeka Mengajar.

Guru-guru di Kabupaten Tangerang masih terjebak dalam urusan administrasi yang memakan waktu, sehingga kurang dapat fokus pada peran inti mereka, yaitu memperbaiki kualitas pembelajaran di kelas.

Sesi hari pertama diawali Rizal dengan materi guru adalah kurikulum itu sendiri, lalu dilanjutkan dengan paparan materi Novi tentang implementasi Ruang Ketiga dalam pendidikan.

Pada hari kedua materi lebih terfokuskan pada bagaimana otak manusia bekerja, dan pendekatan Phenomenon Based Approach untuk mengatasi persoalan pendidikan.

Pendekatan ini diharapkan akan menguatkan kesadaran guru-guru untuk berani keluar dari persoalan-persoalan yang menimpanya selama ini.

Peserta juga diajak untuk terlibat dalam kegiatan interaktif yang bertujuan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dengan menggunakan pendekatan Phenomenon Based Approach.

Baca juga: Pendidikan Karakter Anak Ditularkan lewat Contoh Nyata Orangtua dan Guru

Para guru menyelesaikan permasalahan nyata dan mencari solusi secara kolaboratif. Selain itu, para penggerak komunitas GSM juga membagikan pengalaman dan wawasan mereka dalam menghadapi tantangan pendidikan saat ini.

Mengasah pikirin kritis siswa

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com