Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jokowi Resmikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit

Kompas.com - 07/05/2024, 15:42 WIB
Sania Mashabi,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis Rumah Sakit Pendidikan atau hospital based pada Senin (6/5/2024) kemarin.

Menurut Jokowi, hal pengadaan prpgran pendidikan itu penting karena rasio dokter dibanding penduduk Indonesia sangat rendah, yakni 0,47 per 1.000 penduduk.

Rasio tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat ke-147 di dunia. Saat ini, jumlah dokter umum di Indonesia hanya sebanyak 156.310 dokter.

"Oleh sebab itu, saat ini harus ada terobosan, kita harus membuat terobosan, kita harus berani memulai," kata Jokowi dikutip dari laman resmi Kemenkes, Selasa (7/5/2024).

Baca juga: Biaya Kuliah di ITB 2024, UKT Paling Mahal Rp 14,5 Juta

Jokowi mengatakan, ada 24 fakultas kedokteran yang dapat menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis dan 420 rumah sakit dari 3.000 rumah sakit di Indonesia berpotensi menjadi Rumah Sakit Pendidikan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan, dengan target 1 dokter umum per 1.000 penduduk, Indonesia masih kekurangan 124.294 dokter umum.

Rata-rata, terdapat sekitar 12.000 lulusan setiap tahun dari 117 fakultas kedokteran (FK) di Indonesia, sementara, jumlah dokter spesialis di Indonesia mencapai 49.670.

"Ini harus dijalankan bersama-sama agar segera menghasilkan dokter spesialis yang sebanyak-banyaknya dengan standar Internasional," ujarnya.

Baca juga: GSM: Guru Ujung Tombak Perubahan Pendidikan, Bukan Kurikulum

Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), rasio ideal dokter spesialis, yakni 0,28 per 1.000 penduduk.

Oleh karena itu, Indonesia masih kekurangan 29.179 dokter spesialis, dengan rata-rata, terdapat sekitar 2.700 lulusan setiap tahun dari 24 fakultas kedokteran penyelenggara pendidikan dokter spesialis saat ini.

Selain itu, distribusi dokter spesialis juga tidak merata yakni sekitar 59 persen dokter spesialis terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kualitas dokter spesialis lulusan program berbasis rumah sakit ini setara dengan dokter spesialis lulusan program pendidikan di dunia.

Baca juga: Peduli Lingkungan, Untar Tanam 650 Bibit Mangrove dan Bersihkan Sampah Pantai Tanjung Pasir

Sebab, Kementerian Kesehatan melibatkan seluruh kolegium di Indonesia dan kolegium dari luar negeri serta Accreditation Council for Graduate Medical Education (ACGME) sebagai organisasi akreditasi yang menetapkan standar pendidikan rumah sakit dari rumah sakit pendidikan terkemuka seperti Mayo Clinic dan Johns Hopkins Hospital.

"ACGME untuk bantu memastikan semua standar lulusan rumah sakit pendidikan di Indonesia sama dengan standar dari John Hopkins dan Mayo Clinic," kata Budi Gunadi Sadikin.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com