Kemendikbud Ristek: Penularan Covid-19 di Sekolah Saat PTM Terbatas Relatif Kecil

Kompas.com - 22/09/2021, 19:05 WIB
Para siswa kelas 12 MIPA 3 SMAN 1 Tangerang yang mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) perdana pada Senin (6/9/2021). KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALPara siswa kelas 12 MIPA 3 SMAN 1 Tangerang yang mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) perdana pada Senin (6/9/2021).
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengaku, penularan Covid-19 di tingkat sekolah saat menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas relatif kecil.

Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud Ristek, Jumeri mengatakan, dari total 46.580 sekolah yang telah melaksanakan PTM terbatas sejak awal pandemi 2020 lalu, hanya sekitar 2,8 persen atau 1.296 yang terjadi penularan Covid-19.

Baca juga: Mendikbud Ristek: PTM Terbatas Amanah Presiden Jokowi

Itu karena, kata Jumeri, protokol kesehatan terkait klaster sekolah selama PTM terbatas sangat ketat dan jelas.

"Mematuhi SKB 4 Menteri, termasuk di dalamnya pemerintah daerah menutup sekolah, menghentikan PTM Terbatas, melakukan testing, tracing, dan treatment jika ada temuan kasus positif Covid-19," kata dia melansir laman Kemendikbud Ristek, Rabu (22/9/2021).

Jumeri menyebut, pemerintah juga memahami kondisi setiap sekolah dan wilayah di Indonesia sangat beragam, sehingga tidak mungkin disamaratakan.

Sekolah, bilang dia, akan tetap melayani murid sesuai dengan kesanggupannya untuk bisa mengikuti model pembelajaran yang sesuai, baik itu PTM terbatas dan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Anak-anak bisa tetap belajar dari rumah jika orang tua belum yakin dan belum memberikan izin untuk mengikuti PTM terbatas. Saya tekankan bahwa tidak ada proses menghukum dan diskriminasi bagi anak-anak yang belajar dari rumah," jelas Jumeri.

Baca juga: Undip Buka PTM Terbatas, Kapasitas Maksimal Hanya 25 Persen

Kolaborasi yang efektif antara guru, kepala sekolah, komite sekolah, dan pengawas sekolah, serta orangtua diharapkan akan menyukseskan implementasi PTM terbatas.

Dia mengungkapkan, Kemendikbud Ristek selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) untuk melakukan pengawasan dan pemantauan dinamika sekolah yang melaksanakan PTM Terbatas.

Kemendikbud Ristek juga terus menyampaikan pembaruan data secara transparan untuk kesuksesan PTM Terbatas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.