Kompas.com - 31/08/2021, 12:49 WIB
Pohon nangka ini menggunakan sistem budidaya yang membuat pohonnya membentuk seperti huruf V. (Australia Plus/Charlie McKillop)
Charlie McKillopPohon nangka ini menggunakan sistem budidaya yang membuat pohonnya membentuk seperti huruf V. (Australia Plus/Charlie McKillop)
|

KOMPAS.com - Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar tentu punya banyak makanan tradisional. Salah satunya gudeg.

Olahan nangka muda bercitarasa manis dan gurih ini banyak diburu para wisatawan yang datang ke Yogya.

Tetapi, di balik manisnya gudeg itu ternyata makanan ini menjadi salah satu penyumbang besar limbah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Bantul, DIY.

Baca juga: Mahasiswa UPN Jogja Kembangkan Alat Penerjemah Bahasa Isyarat Tunarungu

Sebanyak 14.210 ton limbah kulit nangka dihasilkan setiap tahunnya dari hasil produksi olahan gudeg.

Untuk itulah, mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta (UPN Jogja) yang merupakan anggota PKM-Kewirausahaan melakukan inovasi.

Fardhan Nauval Akbar (mahasiswa Teknik Perminyakan), Noer Avivah (Teknik Geofisika), Nurwanti Ibtisamah Sagala (Teknik Geofisika), Aurora Yupita Achmada (Agribisnis), dan Ichsanul Rizal Husen (Agribisnis) berinovasi membuat produk kertas daur ulang berbahan dasar limbah kulit nangka muda.

"Gudeg sudah menjadi salah satu ikon Yogyakarta, namun jangan sampai hasil limbahnya justru merugikan bagi kota ini. Sehingga kami mencoba untuk memanfaatkan limbah gudeg," ujar Fardhan Nauval Akbar seperti dikutip dari laman UPN Jogja, Senin (30/8/2021).

Kardus jadi lebih kuat

Dijelaskan, limbah kulit nangka yang mereka dapatkan dari Sentra Gudeg kemudian diolah bersama kertas daur ulang. Setelah melalui beberapa proses kulit nangka dan kertas menjadi kertas daur ulang baru.

"Produk kertas ini kami desain sedemikian rupa menjadi kardus untuk kemasan souvenir, hadiah atau hantaran," katanya.

"Produk ini kami beri nama Jackybox yang merupakan kepanjangan dari jackfruit gift box atau kardus buah Nangka," imbuhnya.

Adapun kertas daur ulang yang dihasilkan tersebut lebih kuat karena kulit nangka muda yang menjadi bahan dasarnya mengandung selulosa yang tinggi.

Baca juga: Dosen UPN Jogja Gagas Taman Bacaan Semi Digital

Selulosa sendiri merupakan rantai panjang molekul gula yang membentuk komponen utama dari dinding sel tumbuhan yang berfungsi untuk memberikan kekuatan tumbuhan.

"Harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan gift box yang ada di pasaran karena bahan baku yang digunakan merupakan bahan daur ulang," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.