Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/08/2021, 05:07 WIB
Albertus Adit

Penulis

KOMPAS.com - Mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta (UPN Jogja) mengembangkan alat bantu bagi tunarungu. Adapun alat tersebut mampu membantu menerjemahkan bahasa isyarat.

Tim mahasiswa UPN Jogja tersebut beranggotakan Sandy Wahyu Agusta (Informatika 2019), Muhammad Rifqy (Informatika 2020), Nisrina Athiyya Zain (Informatika 2020), Astri Hastiningrum (Ilmu Komunikasi 2019), dan Lisa Firdaus Siti Nurjanah (Ilmu Komunikasi 2019).

Mereka mampu mengembangkan alat Integrated Glasses with Smart Voice Recognition and Gestures Translation to Communicate with Deaf People.

Baca juga: Mahasiswa UGM Teliti Ekstrak Daun Selasih Jadi Obat Anti Hipertensi

Tim Gloudeaf sendiri menjadi perwakilan UPN Jogja dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-KC) yang diselenggarakan oleh Kemendikbud Ristek.

Ketua Tim Gloudeaf, Sandy Wahyu Agusta mengatakan timnya sudah mengembangkan dua perangkat berbentuk kacamata pintar atau Smart Glasses.

Perangkat pertama digunakan untuk penyandang tunarungu dan perangkat kedua digunakan untuk teman dengar.

Dijelaskan, perangkat ini berupa sebuah kacamata yang mampu mengubah bahasa isyarat menjadi sebuah teks agar dapat dipahami oleh lawan bicara penyandang tunarungu.

"Sedangkan perangkat yang lain berupa sebuah kacamata yang mampu mengubah suara menjadi sebuah teks agar dapat dibaca dan dipahami oleh penyandang tunarungu," ujarnya seperti dikutip dari laman UPN Jogja, Jumat (27/8/2021).

Menurutnya, alat ini dikembangkan dengan menggunakan teknologi deep learning berupa Convolutional Neural Network (CNN) dan Voice Recognition.

Serta menggunakan katalog bahasa isyarat American Sign Language (ASL) agar dapat mengubah suara menjadi teks dan menerjemahkan bahasa isyarat ke dalam teks.

Cara kerja alat

Cara kerja perangkat ini adalah menangkap input baik berupa gerakan maupun suara, lalu mengubahnya menjadi sebuah teks atau kalimat.

Kebutuhan perangkat ini sangat penting terutama untuk menunjang sarana dan prasarana penyandang tunarungu dalam berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar.

"Kami berharap, Tim Gloudeaf dapat mengembangkan teknologi ini guna memberikan trobosan baru dalam menunjang sarana dan prasarana teman-teman tunarungu yang ada di masyarakat," ungkapnya.

Baca juga: 5 Tips Kelola Keuangan Mahasiswa dari Akademisi UII

Karena menurutnya, seperti filosofi dari nama Gloudeaf yang berarti cahaya (titik terang), dengan terciptanya teknologi yang mempermudah komunikasi antara teman tunarungu dan masyarakat awam ini.

"Jadi diharapkan dapat meningkatkan kualitas interaksi antara teman tunarungu dan masyarakat awam," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com