Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nadya, Penyandang Tunarungu Lulus Cumlaude dari ITS, IPK 3,88

Kompas.com - 22/04/2024, 09:46 WIB
Sandra Desi Caesaria,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Terlahir dengan kondisi kurang dengar (low of hearing), Nadya Andini berhasil membuktikan tekad kuatnya untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin.

Wisudawan yang berasal dari Departemen Studi Pembangunan ITS ini pun berhasil lulus dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88 atau hampir mendekati sempurna.

Ia diwisuda pada gelaran Wisuda ke-129 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Nadya juga berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 3,5 tahun dan meraih predikat cumlaude.

Angka memuaskan yang diperoleh tersebut tentunya tidak luput dari berbagai macam kesulitan yang telah dihadapinya sebagai mahasiswa berkebutuhan khusus.

Baca juga: Kisah Giselle Usia 19 Tahun Lulus dari ITS, Dapat Beasiswa S2

Selalu duduk di bangku paling depan saat kuliah

Nadya mengaku, alat bantu dengar yang ia pakai pun kurang mampu membantu telinganya menangkap suara secara sempurna.

Karena itu, ia selalu duduk di bangku paling depan untuk merekam penjelasan dosen dengan ponselnya.

“Di rumah, saya minta bantuan mama untuk mendengarkan rekaman tadi dan menjelaskannya ulang,” tuturnya, dilansir dari rilis ITS, Senin (22/4/2024).

Nadya sempat kesulitan beradaptasi. Karena ia belajar di lingkungan dengan mayoritas orang berkondisi normal.

Gadis berkacamata tersebut tak jarang merasa kewalahan ketika berkomunikasi dengan teman-temannya.

"Teman-teman terkadang susah menangkap kalimat saya karena pelafalan yang kurang jelas, saya pun lumayan sulit untuk mendengar hal yang mereka sampaikan," ungkap Nadya bercerita.

Baca juga: Sosok Burhanudin, Lulusan Cumlaude ITS yang Wafat Jelang Wisuda

Sering ikut lomba

Kendati demikian, tantangan tersebut tidak menyurutkan ambisinya untuk terus menimba ilmu. Nadya berusaha untuk terus belajar dan berproses menjadi mahasiswa yang kompeten meski dengan segala keterbatasan.

"Karena kurang bisa memahami materi di kelas, saya memaksimalkan pemahaman dengan menambah sesi belajar mandiri di rumah setiap hari," ujarnya.

Ambisi dan semangat dalam diri Nadya rupanya berhasil membawanya berkembang menjadi sosok yang lebih percaya diri.

Baca juga: Cerita Yusef, Dapat Gelar S2 dari ITS di Usia 60 Tahun

Gadis kelahiran Pamekasan pada 2001 lalu ini juga banyak mencoba hal baru di luar akademik, salah satunya yakni mengikuti perlombaan.

Ia pernah berpartisipasi dalam Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) Karya Tulis Ilmiah sebanyak dua kali dengan membawa rancangan aplikasi tunarungu.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com