Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IPK Cumlaude, Putri Buruh Tani Jadi Lulusan Terbaik UNY

Kompas.com - 31/08/2021, 10:32 WIB
Dian Ihsan

Penulis

KOMPAS.com - Putri buruh tani bernama Tri Wahyuni menjadi lulusan terbaik UNY jenjang D3 pada Wisuda periode Agustus 2021.

Sebab, dia meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84 berpredikat cumlaude.

Baca juga: Rektor Unair Titipkan 4 Pesan ke Mahasiswa Baru

Bukan hal yang mudah bagi Tri Wahyuni meraih IPK setinggi itu, apalagi disela pembagian waktu untuk kuliah dan bekerja.

Saat kuliah, Tri Wahyuni bekerja part time pada salah satu toko bakpia di Yogyakarta, pada pukul 15.00 – 21.00 WIB.

"Saya beruntung memiliki teman-teman yang mendukung kegiatannya dalam bekerja maupun kuliah," ungkap dia melansir laman UNY, Selasa (31/8/2021).

Apalagi jarak antara rumah dan kampusnya di Wates cukup jauh untuk dilaju setiap harinya.

Dapat dibayangkan perjuangan anak bungsu dari tiga bersaudara itu dalam menempuh pendidikan.

Putri satu-satunya pasangan Tugiyono dan Wagiyem mengaku, orangtuanya sangat mendukung keinginannya untuk kuliah.

Tugiyono mengatakan, dirinya mendukung cita-cita Tri Wahyuni untuk kuliah, karena anak bungsunya memang pintar.

"Saya tidak bisa baca tulis. Oleh karena itu, saya akan melakukan segala cara agar anak saya bisa kuliah," kata dia.

Baca juga: Salwa Naya Syakirah, Mahasiswa Termuda di Unpad

Wagiyem menambahkan, dirinya menyuruh anak bungsunya kuliah di UNY, karena biaya kuliahnya terjangkau dibandingkan perguruan tinggi negeri yang lain.

"Agar salah satu anak saya bisa pandai dan bisa mengubah nasib keluarga," papar Wagiyem.

Dua kakak laki-laki dari Tri Wahyuni sudah putus sekolah, karena ketiadaan biaya.

Maka dari itu, orangtuanya rela bekerja keras agar Tri Wahyuni bisa sekolah di perguruan tinggi.

Tri Wahyuni merupakan lulusan SMA Negeri 1 Glamping pada 2017. Dia diterima di UNY pada 2018.

Jeda waktu selama satu tahun sebelum kuliah, dia memanfaatkannya untuk bekerja di salah satu rumah makan di Yogyakarta.

Gadis kelahiran 1999 ini tidak pernah mengikuti bimbingan belajar selama satu tahun, itu karena ketiadaan biaya dan hanya belajar secara online.

Selama kuliah di UNY, Tri Wahyuni juga tidak pernah meminta uang pada orangtuanya untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan uang pangkal pengembangan akademik.

Baca juga: Yuda Disastra, Mahasiswa Peraih IPK Tertinggi di UGM

Semua dibayar dengan hasil keringat Tri Wahyuni saat kuliah sambil bekerja di toko bakpia.

 
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com