Kompas.com - 25/08/2021, 12:45 WIB
Bincang daring ?Senang Belajar ala Finlandia? yang diprakarsai Diaspora Indonesia Finlandia-Estonia dan PPI Finlandia menghadirkan Ratih D. Adiputri, penulis buku Sistem Pendidikan Finlandia, dan Desiree Luhulima-Salo, guru bahasa Indonesia di salah satu sekolah di Finlandia. DOK. KPGBincang daring ?Senang Belajar ala Finlandia? yang diprakarsai Diaspora Indonesia Finlandia-Estonia dan PPI Finlandia menghadirkan Ratih D. Adiputri, penulis buku Sistem Pendidikan Finlandia, dan Desiree Luhulima-Salo, guru bahasa Indonesia di salah satu sekolah di Finlandia.
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Penulis buku Sistem Pendidikan di Finlandia Catatan dan Pengalaman Seorang Ibu, Ratih D Adiputri mengatakan, ada kata kunci dalam buku ini yakni keberadaan sosok guru.

Guru bahkan menjadi poin penting pendidikan di Finlandia. Pasalnya profesi guru merupakan seorang ahli yang harus lulus pendidikan master.

Mereka harus menempuh pendidikan jenjang S1 selama 3 tahun dan melanjutkan pendidikan master selama 2 tahun.

"Jadi guru sudah punya skripsi dan master tesis. Mereka sudah kebiasaan melakukan riset. Setelah itu guru memfokuskan diri ke bidang masing-masing. Seperti pendidikan khusus, pelajaran tertentu atau psikologi dan lain-lain," terang Ratih dalam acara Sahabat Belajar: Sekolah Masa Depan ala Finlandia yang disiarkan live di Instagram Gramedia, Selasa (24/8/2021).

Baca juga: Belajar Sesuai Karakter Anak Jadi Hal Penting Pendidikan di Finlandia

Guru harus bergelar master

Menurut Ratih, setelah mengenyam pendidikan selama 5 tahun, guru terbiasa harus belajar terus dan melakukan riset.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apalagi pengajar di universitas, setiap 5 tahun akan mendapatkan pelatihan pedagogi lagi, seperti dokter, pengajar juga harus memperbaharui ilmu mereka.

"Dengan adanya pandemi Covid-19, bagaimana supaya anak-anak tetap optimal. Pembelajaran yang dipikirkan, bukan soal metode atau teknologi. Soal well being, bukan hanya siswa tapi juga guru ini yang harus diperhatikan. Peran guru itu menjadi kunci," tandas Ratih.

Ratih mengungkapkan, selama pandemi Covid-19, Finlandia sempat lock down hanya 2 bulan pada Maret hingga Mei 2020 silam. Setelah masa lock down selesai, siswa masuk lagi.

Meski awalnya masyarakat Finlandia sempat bingung dan khawatir karena kondisi pandemi Covid-19.

Namun pemerintah meyakinkan bahwa berdasarkan data, ketika anak-anak terpapar virus corona, kecil kemungkinan untuk masuk ke rumah sakit dan biasanya tanpa gejala (OTG).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.