Kompas.com - 26/07/2021, 15:24 WIB
Ilustrasi penanganan pasien positif Covid-19 KOMPAS.COM/SHUTTERSTOCKIlustrasi penanganan pasien positif Covid-19

KOMPAS.com - Kenaikan jumlah penderita Covid-19 menyebabkan berbagai Rumah Sakit rujukan di Jawa dan Bali melebihi kapasitas. Persediaan oksigen pun turut menipis di sejumlah daerah.

Akibatnya, para pasien penderita Covid -19 belum mendapatkan pertolongan yang tepat dengan maksimal, bahkan beberapa pasien meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumah.

Baca juga: Pakar Unpad: Ini Prosedur Tepat Pemakaman Jenazah Covid-19

Dosen Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Muhammad Muslih mengatakan bahwa kenaikan ini disebabkan oleh beberapa faktor.

Pertama adalah kesiapan dari lintas sektor dalam menghadapi pandemi yang dirasa masih kurang. Kemudian yang kedua yakni masyarakat Indonesia yang kurang menaati protokol kesehatan.

“Dengan semakin maraknya berita-berita hoaks, membuat pemerintah dan sektor kesehatan kewalahan dalam mengedukasi masyarakat. Saya pikir waktu satu setengah tahun belum cukup bagi negara kita untuk beradaptasi terhadap pandemi,” ucap Muslih dilansir dari laman UMM.

Baca juga: Mahasiswa Brawijaya Buat Body Lotion Daun Kelor Cegah Covid-19

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dosen kelahiran Tuban ini kembali menjelaskan bahwa dalam penanganan pandemi, Indonesia kurang memperhatikan community chain. Padahal community chain berperan penting dalam proses penyebaran penyakit dan menjadi kunci utama untuk menangani pandemi.

Dengan memperhatikan aspek ini, pemerintah dapat menerapkan strategi yang tujuannya untuk memutus persebaran di berbagai aspek kehidupan.

Community chain yang saya tekankan di sini lebih mengarah pada konektivitas antar unsur yang ada dalam komunitas atau masyarakat. Taiwan adalah salah satu negara yang berhasil mengatasi pandemi dengan memperhatikan community chain," ungkap ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan tersebut.

Rantai komunitas yang ada di Taiwan memiliki penaruh yang cukup signifikan mulai dari ditemukan kasus, tracking, sampai ke program pencegahan. 

Baca juga: Cerita Mahasiswa Unpad Sidang Skripsi Saat Terpapar Covid-19

Untuk menghadapi pandemi yang semakin parah ini, Muslih berkata ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat. Pertama adalah kewaspadaan, Jangan meremehkan keadaan dan persiapkan untuk kemungkinan terburuk.

Kedua adalah belajar dari pengalaman. Masyarakat sudah lebih dari satu setengah tahun hidup bersama pandemi.

Sehingga sekarang harusnya sudah banyak belajar dari kondisi yang telah di lalui atau dari negara-negara lain yang sukses dalam penanganan Covid-19.

Adapula yang ketiga, pemerintah juga dirasa perlu menambah kecepatan, baik dalam aspek penanganan maupun informasi terkait Covid-19. Terakhir yakni transparansi terkait akses informasi untuk khalayak luas.

“Selain itu perlu adanya kolaborasi yang strategis pada lintas kementerian dan departemen. Layanan kesehatan juga harus bisa dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Terakhir, masyarakat juga dihimbau agar jangan mudah percaya pada berita hoaks yang menyesatkan,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.