Kompas.com - 12/07/2021, 08:51 WIB
Ilustrasi Covid-19 KOMPAS.COM/(Shutterstock/Petovarga)Ilustrasi Covid-19
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Indonesia saat ini tengah menghadapi gelombang kedua kasus Covid-19.
Lonjakan kasus positif Covid-19 membuat rumah sakit kewalahan.

Bahkan sejumlah daerah juga mulai kesulitan mendapatkan suplai oksigen untuk membantu para pasien.

Kekurangan suplai oksigen dan tidak tersedianya ruang untuk merawat pasien positif Covid-19 juga mengakibatkan tak sedikit warga yang akhirnya meninggal saat melakukan isolasi mandiri (isoman).

Dalam kondisi ini, Wakil Rektor atau Wakil Ketua (WR/WK) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia mengadakan Doa Kebangsaan bertajuk 'Mengetuk Pintu Langit'.

Kegiatan ini untuk mendoakan agar bangsa Indonesia sehat dan selamat mengahadapi pandemi Covid-19.

Baca juga: Perusahaan Bumbu Dapur Ini Buka Lowongan Kerja SMA/D3 Fresh Graduate

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perbanyak pray from home

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Ali Ramdhani menjelaskan, di masa pandemi Covid-19 seperti ini, masyarakat harus pandai-pandai menjaga imun dan iman agar kita sehat selamat dalam menjalani hidup.

"Segala ikhtiar lahir dengan menjaga protokol kesehatan telah kita lakukan. Saatnya kita melangitkan doa sebanyak-banyaknya Pray From Home sebagaimana arahan Menteri Agama RI, Gus Yaqut Cholil Qaumas untuk Pray From Home," terang Dhani seperti dikutip dari laman Pendidikan Islam Kementerian Agama, Minggu (11/7/2021).

Baca juga: Kemendikbud Ristek Bagikan Tips Hidup Sehat di Masa Pandemi

Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini berharap doa-doa untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Hal ini jangan hanya dilakukan secara formal tetapi harus menjadi kebiasaan semua orang untuk berkomunikasi dengan Tuhan.

Baca juga: IDAI Sarankan 8 Hal Ini Jika Sekolah Adakan PTM Terbatas

Sementara itu Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Suyitno memberikan apresiasi atas digelarnya doa kebangsaan ini. 

"Apresiasi mendalam atas gagasan doa kebangsaan sebagai bentuk keprihatinan kita mengahadapi pandemi Covid-19 dengan penuh kebersamaan," ungkap Suyitno.

Tetap waspada dan jalankan prokes

Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang ini menambahkan, meski sudah sangat hati-hati menjalankan protokol kesehatan (prokes), tetapi kewaspadaan tetap terus dijaga.

Baca juga: OJK Ajak Mahasiswa Kenali Ciri-ciri Pinjol Ilegal

Hal ini semata-mata dilakukan untuk semaksimal mungkin menghindari paparan virus corona yang saat ini sudah bermutasi menjadi berbagai varian.

"Selain waspada kita juga harus tetap berdoa dan sabar. Kehadiran kita melalui Zoom untuk berdoa atas berpualngnya saudara-saudara terutama karena Covid-19. Selain itu juga berdoa agar kita dapat melalui musibah ini denga tegar tetap sehat dan selamat," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.