Kompas.com - 02/02/2021, 13:31 WIB
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih meminta rekrutmen guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) harus mempertimbangkan masa pengabdian.

Begitu pula dengan rekrutmen guru untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Baca juga: Program Seleksi 1 Juta Guru PPPK Didukung Penuh Pemda

Untuk itu, guru honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun tidak boleh disamakan dengan guru yang baru lulus kuliah atau fresh graduate.

"Saya berjanji akan terus menyuarakan ke pemerintah pusat, agar guru honorer puluhan tahun mengabdi bisa lebih dipertimbangkan jadi guru PPPK atau PNS," katanya melansir laman DPR, Selasa (2/2/2021).

Itu dilakukan, kata dia, bukan semata untuk rekrutmen guru PPPK atau CPNS saja.

Tapi, karena ingin mengapresiasi guru honorer yang telah puluhan tahun mengabdi untuk negara.

Dia menyebutkan, rata-rata lama pengabdian guru honorer 12 tahun.

Artinya, guru itu sudah mengabdi dan bekerja untuk negara, tapi dengan gaji yang tidak layak.

Fikri menyebutkan, tuntutan guru yang sudah lama dicurahkan adalah hanya ingin dihargai masa pengabdiannya.

"Mereka punya satu tuntutan, kalau pengabdian 5 sampai 10 tahun, jangan samakan dengan fresh graduate," tuturnya.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.