Kompas.com - 16/12/2020, 16:29 WIB
Ilustrasi mahasiswa DOK. PIXABAYIlustrasi mahasiswa

KOMPAS.com - Kampus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dituntut dapat merespon tantangan kekinian, sekaligus bisa memprediksi dan menyelesaikan tantangan umat di masa depan.

Hal ini disampaikan oleh Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Kemenag M. Adib Abdushomad dalam webinar International Collaboration Series, pada Selasa (15/12/2020).

Baca juga: Siswa MA Berprestasi Bisa Masuk Kampus PTKIN Tanpa Tes

Wabinar ini diikuti sejumlah Wakil Rektor PTKI bidang Akademik dan Kerjasama, Direktur Pascasarjana, serta akademisi dari PTKI negeri dan swasta. Adpaun narasumber dalam webinar ini adalah Guru Besar dari Western Sydney University (WSU) Australia, James Arvanitakis.

Maka dari itu, kata Adib, kampus di PTKI juga harus memperkuat keterampilan teknis para mahasiswa di masa mendatang.

"Pengalaman kerja selama di universitas (PTKI) perlu dipersiapkan, agar mahasiswa memiliki skill dan knowledge yang transferable dan applicable di mana saja, sebagaimana model kampus merdeka belajar saat ini," ucap Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Kemenag M. Adib Abdushomad melansir laman Kemenag, Rabu (16/12/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Intinya, kata dia, jangan sampai kampus PTKI hanya berorientasi mencetak selembar ijazah semata, tanpa diikuti kompetensi yang memadai.

"Untuk menghindari hal itu, pimpinan PTKI harus perkuat skills and knowledge mahasiswa," jelas dia.

Tiga masalah di dunia perguruan tinggi

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Suyitno menyoroti tiga masalah di dunia perguruan tinggi, yakni sumber daya manusia (SDM), kurikulum, dan kelembagaan (institusi).

Ketiga aspek ini merupakan masalah umum yang banyak dihadapi perguruan tinggi di berbagai belahan dunia saat ini.

Oleh karena, bilang Suyitno, Perguruan Tinggi harus mampu memaksimalkan SDM, serta mampu mendesain kurikulum sesuai konteks zamannya, dan tidak kalah penting adalah penguatan Institusi.

"Itulah kenapa saat ini Kemenag menyelenggarakan program 5.000 doktor dalam rangka penguatan SDM, baik dalam maupun luar negeri, serta program peningkatan akreditasi lembaga," tutur Suyitno.

James Arvanitakis menambahkan, perguruan tinggi perlu menciptakan mahasiswa yang mampu berpikir kritis, pekerja keras, dan dapat bekerjasama, agar mereka memiliki banyak keterampilan.

Baca juga: 464.415 Mahasiswa PTKI Segera Terima Kuota Internet 50 GB

"Untuk menciptakan generasi atau mahasiswa yang banyak keterampilan ini, maka perlu desain pembelajaran yang kontekstual, karena perubahan akan terus ada," pungkas dia.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.