Menag: Kesehatan Siswa Terpenting Saat Belajar Tatap Muka

Kompas.com - 21/11/2020, 16:07 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2020). KOMPAS.com/TSARINA MAHARANIMenteri Agama Fachrul Razi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2020).

KOMPAS.com - Sekolah akan membuka kembali belajar tatap muka di Tahun Akademik 2020/2021 atau awal Januari 2021. Kewenangan izin ini tidak lagi ada di pusat, melainkan pada pemerintah daerah (Pemda), komite sekolah, dan orangtua.

Menteri Agama ( Menag), Fahcrul Razi menyambut baik langkah ini, setelah berbulan-bulan siswa mengalami pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Baca juga: Mendikbud Nadiem: Orangtua Berhak Tentukan Anaknya Belajar Tatap Muka di Sekolah

Paling terpenting, kata Menag, kesehatan dan keselamatan siswa-siswa di sekolah yang harus difokuskan, ketika belajar tatap muka berjalan di tahun 2020. Karena, saat ini masih di situasi pandemi Covid-19.

"Aspek kesehatan, keselamatan, dan keamanan siswa aspek paling utama yang perlu diperhatikan dan dijunjung tinggi saat menjalankan belajar tatap muka," ungkap Fachrul saat acara press conference daring, seperti ditulis Sabtu (21/11/2020).

Dia menegaskan, pandemi Covid-19 membawa dampak serius dalam berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan agama dan keagamaan. Sejak Maret 2020, banyak sekolah maupun pesantren yang ditutup.

Bahkan, lebih dari 10 juta siswa di bawah binaan Kemenag terpaksa harus melaksanakan belajar dari rumah dengan segala keterbatasan yang ada. Ini sebagai bagian dari dampak Covid-19.

"Saya merasakan kesedihan, semua melakukan PJJ, khususnya bagi siswa dan guru yang belum mempunyai kapasitas yang memadai untuk menghadapi situasi pembelajaran yang mungkin belum pernah dialami sebelumnya," tutur Menag.

Memang dari banyak hal yang dilakukan Kemenag di masa pandemi Covid-19, lanjut dia, memang opsi belajar tatap muka yang memang menjadi pilihan efektif untuk dijalankan kembali.

"Karena banyak terjadi ketimpangan, kesiapan infrastruktur dan jaringan IT, kesiapan silabus dan kurikulum darurat, itu yang dirasakan di PJJ, jadi memang efektif di buka kembali belajar tatap muka," ungkapnya.

Baca juga: Belajar Tatap Muka, Menag: Orangtua Harus Pantau Anaknya

Dia berharap, dengan digulirkannya belajar tatap muka kembali, maka bisa bermanfaat dan menjadi solusi atas kebutuhan hak belajar bagi anak-anak Indonesia tercinta.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X