Ini 5 Kiat Belajar dari Rumah Saat Dampingi Siswa Disabilitas Tuli

Kompas.com - 09/11/2020, 16:59 WIB
Pembelajaran untuk penyandang disabilitas rungu atau Tuli. DOK. DIREKTORAT PENDIDIKAN MASYARAKAT DAN PENDIDIKAN KHUSUSPembelajaran untuk penyandang disabilitas rungu atau Tuli.

KOMPAS.com – Demi lancarnya kegiatan Belajar dari Rumah ( BDR), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) memberikan kiat-kiat yang dapat guru dan orangtua terapkan untuk penyandang disabilitas rungu atau Tuli.

Pada Kamis (5/11/2020), Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (Dit PMPK) melalui akun Instagram resminya menjelaskan bahwa secara umum Peserta Didik Penyandang Disabilitas Rungu (PDPDR) terkendala dalam komunikasi.

“Secara umum, PDPDR atau peserta didik tuli terkendala dalam komunikasi sebagai akibat ketidakpahaman lingkungan terhadap budaya tuli dan pengguna bahasa isyarat,” tulis Dit PMPK.

Baca juga: Kiat Pelaksanaan BDR bagi Disabilitas Fisik dan Netra dari Kemendikbud

Pasalnya, BDR merupakan salah satu alternatif pembelajaran yang dapat dilakukan semasa pandemi Covid-19 untuk mencegah penularan virus.

Dengan adanya perubahan cara pembelajaran ini, Kemendikbud melalui Dit PMPK pun mengembangkan panduan untuk menyesuaikan kondisi dan kebutuhan belajar serta ragam disabilitas, baik di satuan pendidikan khusus maupun Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif (SPPI).

Di PMPK memberikan empat kiat saat PDPDR melakukan BDR seperti yang penjelasan di bawah ini.

1. Akses lihat wajah pendamping

Bagi peserta didik dan pendamping yang sedang duduk berdampingan menghadap monitor laptop atau gawai, Dit PMPK menyarankan agar memerhatikan akses agar pelajar dapat melihat wajah pendamping secara jelas ketika berbicara.

“Pastikan peserta didik dapat melihat wajah pendamping saat berbicara agar dapat membaca bibir atau ujaran dengan mudah,” jelas Dit PMPK.

2. Pembawaan guru dan pendamping

Dalam menjelaskan materi atau mengajak berkomunikasi, guru dan pendamping harus berbicara dengan ujaran serta intonasi yang jelas dan menggunakan tempo bicara tidak terlalu cepat.

“Sajikan informasi dan gunakan kalimat yang jelas dengan asosiasi yang jelas, sesuatu yang sudah diketahui dan dikenali peserta didik,” tambah Dit PMPK.

Usahakan untuk memberikan lebih banyak waktu agar peserta didik dapat memahami topik yang disajikan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X