Beasiswa Belajar Data Science dari DQLab UMN, Terbuka untuk Umum

Kompas.com - 09/11/2020, 10:28 WIB
Beasiswa Belajar Data Science dari DQLab UMN, Terbuka untuk Umum Dok. DQLabBeasiswa Belajar Data Science dari DQLab UMN, Terbuka untuk Umum

KOMPAS.com - Perkembangan teknologi yang amat pesat diiringi dengan lahirnya era Revolusi Industri 4.0, terlebih di tengah pandemi Covid-19, menjadi lahan subur tumbuhnya perusahaan-perusahaan berbasis teknologi.

Sejumlah perusahaan dan industri besar pun kini tengah "bermain" menggunakan Data besar (Big Data) dan Sains Data ( Data Science) untuk melakukan analisis data maupun prediksi-prediksi untuk perkembangan bisnis, industri maupun bidang-bidang lain di masa depan.

Bahkan, dalam sebuah laporan Linkedin juga menyebutkan pekerjaan yang berhubungan dengan data seperti Data Scientist juga menjadi pekerjaan baru yang muncul dan akan terus berkembang.

Baca juga: Universitas Terbaik Australia Tawarkan Beasiswa Kuliah Jenjang S1-S3

Sejumlah perguruan tinggi di dunia bahkan telah memiliki program studi Statistika dan Data Science demi mengakomodir kebutuhan tenaga ahli di bidang analisis data.

Menjawab tingginya kebutuhan keterampilan di era transformasi digital, DQLab di bawah naungan Universitas Multimedia Nusantara dan Xeratic membuka program beasiswa belajar Data Science secara intensif untuk memberikan pemahaman Ilmu Data Science secara mendalam.

Program beasiswa DQLab Pandora Box ini terbuka untuk umum, membangun talenta praktisi data yang siap menghadapi industri di era transformasi digital.

Wakil Rektorat Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Multimedia Nusantara Andrey Handoko mengatakan, dalam era informasi saat ini, “data is the new oil.”

Baca juga: Beasiswa Kuliah S1-S2 di Melbourne Australia, Senilai Rp 103 Juta

"Ini berarti bahwa data yang diolah menjadi informasi menjadi harta karun yang sangat bernilai strategis untuk pengambilan keputusan dalam bisnis. Untuk itu, data science menjadi skill yang sangat penting," tutur Andrey dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (9/11/2020).

Sementara itu, Founder of Xeratic Feris Thia mengatakan, banyak yang sangat tertarik dan penasaran untuk berkarier di bidang data yang menjanjikan, tapi banyak yang memulai akhirnya juga menyerah karena tantangan yang tidak kecil.

"Seperti membuka kotak Pandora, tantangan itu akan datang bertubi-tubi dan menjadi masalah besar. Program beasiswa Pandora ini hadir dengan harapan menjadi solusi dengan pendekatan Learning by Doing selama 3 bulan,” Ujar Feris.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X