4 Kiat bagi Guru agar Murid Lebih Memahami Pelajaran Online

Kompas.com - 26/10/2020, 15:45 WIB
Ilustrasi belajar dari rumah DOK. PEXELSIlustrasi belajar dari rumah

KOMPAS.com - Pembelajaran jarak jauh ( PJJ) selama pandemi Covid-19 tidak hanya memberikan tantangan bagi guru dalam menyiapkan pembelajaran interaktif, ataupun orangtua untuk mendampingi, tetapi juga bagi anak-anak dalam memahami pelajaran.

Anak sebagai "pemeran utama" dalam proses belajar sangat perlu didukung agar kompetensinya bisa terus berkembang di tengah keterbatasan.

Pasalnya, tak ada interaksi tatap muka dengan guru, banyaknya gangguan saat pelajaran online berlangsung membuat anak rentan tak bisa memahami pelajaran lebih dalam.

Baca juga: Jadwal Pencairan Dana KJP Plus SD-SMA Tahap I Bulan Oktober 2020

" Murid sulit paham saat pembelajaran biasa, apalagi pembelajaran jarak jauh yang tidak tatap muka," tulis laman Kampus Guru Cikal.

Merangkum laman yang sama, Kampus Guru Cikal memberikan sejumlah anjuran yang bisa diterapkan guru maupun orangtua dalam mengatasi hambatan anak sulit memahami pelajaran online.

"Praktik pembelajaran yang memandu murid, bukan sekadar menguasai konten, tetapi juga menguasai pemahaman mendalam terhadap konsep yang dapat diterapkan di beragam konteks," lanjutnya.

Baca juga: Aplikasi Ini Bantu Siswa Pecahkan Soal Matematika

1. Adanya penjelasan ke orangtua

Kerja sama yang baik antara guru dan orangtua dinilai menjadi syarat agar anak lebih mudah memahami pelajaran kala PJJ.

Sehingga, guru disarankan untuk melakukan penjelasan terlebih dahulu ke orangtua, baik tentang tujuan dan proses PJJ, penggunaan media, aplikasi, situs, yang diberikan melalui pesan, video tutorial atau infografis.

Orangtua bisa bersikap proaktif kepada guru bila tak mengerti tentang hal-hal tersebut.

2. Integrasikan pelajaran

Guru bisa memprioritaskan agar satu kegiatan belajar bisa mencakup lebih dari 1 pelajaran. Misalnya, menggabungkan pelajaran bahasa dan matematika.

Baca juga: Ingin Anak Gemar Matematika? Kenalkan Konsep, Tak Sekadar Rumus

Bisa juga rancang tugas atau kegiatan belajar yang bisa mencakup 2-3 pelajaran.

3. Kaitkan dengan lingkungan

Tugas yang berkaitan dengan lingkungan sekitar tak hanya mencegah rasa bosan murid karena hanya duduk di depan layar.

Berinteraksi dengan benda atau orang sekitar sesuai topik yang dipelajari atau persoalan yang sedang hangat dibicarakan dapat membuat anak lebih mudah memahami.

4. Fasilitasi murid untuk berpendapat

Sediakan pertanyaan terbuka pada instruksi penugasan yang memfasilitasi anak untuk mengekspresikan pendapatnya.

Baca juga: Dorong Kompetensi Murid, HighScope Indonesia Terapkan Pembelajaran Interaktif

Sebagai contoh, "Apa yang kamu sukai dari tugas hari ini?" atau "Apa kaitan antara konsep yang kamu pelajari hari ini dengan persoalan masyarakat saat ini?"

5. Bukan hanya latihan soal

Hindari memberikan tugas sekadar untuk latihan soal atau pengerjaan LKS, tanpa diiringi diskusi dan refleksi.

Hindari pula memberi tugas yang hanya memindahkan materi dari buku teks ke lembar tugas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X