Arus Survei Indonesia: 4 Rekomendasi Terkait Bantuan Kuota Internet

Kompas.com - 17/10/2020, 07:22 WIB
Ali Rifan saat memberikan kesimpulan hasil survei nasional secara virtual, Jumat (16/10/2020). Tangkapan layar Zoom Lembaga ASIAli Rifan saat memberikan kesimpulan hasil survei nasional secara virtual, Jumat (16/10/2020).
|

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) belum lama ini menggelontorkan bantuan kuota internet bagi siswa, guru, mahasiswa, dan dosen.

Tujuannya agar kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena dampak pandemi Covid-19 bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Hanya saja, bantuan itu tak jarang menuai pro dan kontra. Karena tidak semua siswa memiliki perangkat ponsel atau keterbatasan jaringan internet di suatu daerah.

Lantas, bagaimana pendapat publik secara nasional terhadap program bantuan kuota internet gratis tersebut?

Baca juga: Kemendikbud: Bantuan Kuota Internet Tidak Berbentuk Kartu Perdana

Survei lembaga ASI

Untuk itulah Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) melakukan survei nasional di 34 provinsi di Indonesia. Survei itu bertema " Bantuan Kuota Internet: Antara Polemik dan Persepsi Publik".

Ali Rif'an, M.Si., (Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia) menjelaskan, survei dilakukan sebagai alat untuk mengetahui secara riil sejauh mana persepsi publik dan tingkat kepuasan publik terhadap program bantuan kuota internet.

Selain itu, survei juga berfungsi sebagai bahan evaluasi bagi pengambil kebijakan (pemerintah) serta sebagai masukan suatu kebijakan yang akan datang.

"Sebagai sebuah kebijakan, bantuan ini sempat menuai pro dan kontra," ujar Ali pada webinar Diskusi & Rilis Survei Nasional bertema Bantuan Kouta Internet: Antara Polemik dan Persepsi publik secara virtual, Jumat (16/10/2020).

Namun menurut Ali, program bantuan kuota internet ini dianggap memenuhi kebutuhan pada penerima bantuan. Karena kuota internet sangat dibutuhkan untuk menunjang PJJ.

"Beberapa kendala yang kami temukan dari hasil survei kami ini bisa menjadi masukan ke Pusdatin Kemendikbud, Kemkominfo dan pihak operator seluler," ungkapnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X