Kompas.com - 16/10/2020, 16:59 WIB
Amanda Simandjuntak Co-founder dan CEO Markoding Dok. KOMPAS.com/ELISABETH DIANDRA SANDIAmanda Simandjuntak Co-founder dan CEO Markoding

KOMPAS.com - Kuliah di jurusan Ilmu Komputer di Australia, memulai karier menjadi seorang programmer, lalu pulang ke Indonesia dan mendirikan perusahaan konsultan IT, menjadi awal kepedulian Amanda Simandjuntak terhadap kemampuan koding siswa Indonesia.

Menurut data tahun 2016, sekitar 35 persen pekerja Indonesia masih kurang memahami skill di bidang IT. Kondisi itu juga ia rasakan saat mulai merekrut karyawan untuk menjadi programmer.

"Mau rekrut lulusan S2 Informatika ternyata tidak bisa koding. Itu suatu fakta yang memprihatinkan. Sehingga itu yang mendorong saya untuk masuk ke dunia edukasi," paparnya kepada Kompas.com, Jumat (16/10/2020).

Baca juga: Survei: Kualitas Guru Jadi Pendorong Terbesar Prestasi Siswa

Namun, bukan sekadar sulit mencari karyawan yang membuat Amanda bergerak untuk mendirikan organisasi nonprofit Markoding (Mari Kita Koding) untuk memberdayakan siswa marginal Indonesia.

Markoding, jelas Amanda, dimulai saat dirinya mengunjungi kawasan Cilincing, Jakarta Utara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kala itu, ia menjadi volunteer di suatu rumah belajar di desa nelayan untuk mengajar Matematika dan bahasa Inggris. Tak sengaja, ia pun melihat ada warnet di tengah pemukiman kumuh.

"Di tengah pemukiman kumuh, namun ada warnet di atas kali. Di situ aku lihat banyak anak yang jago main komputernya. Dari situ mulailah aku mikir, itu adalah sebuah potensi," papar dia.

Baca juga: Asesmen Nasional Pengganti UN, Kemendikbud: Tidak Semua Siswa Ikut

Di tengah adanya potensi, Amanda mendapati kenyataan banyak lulusan SMA/SMK di kawasan tersebut yang kerja serabutan menjadi tukang parkir, tukang tambal ban, dan bukan menjadi pekerja tetap.

Dari sanalah Markoding bermula. Bertujuan untuk bisa memberdayakan siswa marginal jenjang SMP, SMA/SMK dan PKBM dengan belajar koding.

Harapannya, kata dia, siswa marginal memiliki kompetensi di bidang IT sehingga lebih mudah terserap di dunia kerja.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.