Alumni Tanoto Foundation Diajak Jaga Bangsa dan Negara Secara Utuh

Kompas.com - 11/10/2020, 21:32 WIB
Menkopolhukam Mahfud MD memberi pandangan ke Alumni Tanoto Foundation. Webinar Tanoto FoundationMenkopolhukam Mahfud MD memberi pandangan ke Alumni Tanoto Foundation.

KOMPAS.com - Alumni Tanoto Foundation diajak bisa menjaga bangsa dan negara Indonesia secara utuh. Langkah ini dilakukan demi negeri ini tidak rusak dan hancur, karena beberapa hal, seperti agama dan ras.

Ajakan itu disampaikan langsung Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD dalam acara webinar "Peran Alumni dalam Memperkuat Ketahanan Nasional dalam Bingkai Kebhinekaan di Era Kenormalan Baru", Sabtu (10/10/2020).

Baca juga: 1.327 Mahasiswa Raih Beasiswa Jabar Future Leaders 2020

"Tugas kita bagaimana menjaga bangsa dan negara ini, agar menjadi suatu ketahanan, agar tidak bisa dirusak, karena perbedaan agama dan ras," ucap Mahfud MD.

Mahfud menekankan, semua suku di negeri ini tetap satu yakni orang Indonesia. Begitu pula dengan agama yang dianut oleh masyarakat, meski berbeda tapi tetap satu yakni Indonesia.

"Mau Batak, mau Madura, Bugis, Ambon, dan lainnya, tetap satu orang Inodnesia. Begitu dengan Agama, mau beda agama, tapi tetap satu "Saya Orang Indonesia," jelas dia.

Mahfud mengaku, masyarakat jangan salah paham bila masyarakat tidak satu alur dengan pemerintah akan ditindak. Namun kenyataannya, pemerintah bertindak kepada aktor intelektual yang sengaja membuat kerusuhan atau perpacahan di negeri ini.

Demo UU Cipta Kerja

Dia mencontohkan, masih banyak masyarakat yang baik untuk mengaspirasikan buruh dan rakyat Indonesia dalam demo UU Cipta Kerja yang terjadi belum lama ini. Tapi sangat disayangkan, ada segelintir orang yang masuk untuk membuat demo itu rusuh dan sebagainya.

"Ada dua aktor intelektual. Yang satu memang baik untuk aspirasi buruh dan masyarakat, satu lagi yang menumpangi demo-demo itu. Yang itu yang kita berangus dan tindak," tegas dia.

Bila ada kalangan yang tidak suka dengan UU Cipta Kerja, bisa digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Faktanya, mereka membuat lagi demo hingga Ibu Kota Jakarta terpekung oleh banyaknya orang dari berbagai kalangan.

Baca juga: Nadiem Sarankan Sering “Nyontek” Antara Guru untuk Hadapi Pandemi

"Itu semua informasi intelejen sudah masuk ke kita, langsung kita gerak, agar bisa membangun ketahanan, yakni membangun kekguatan dalam menghadapi tantangan dan ancaman," tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X