Indonesia Butuh 13 Ribu Pamong Belajar dan 19 Ribu Penilik

Kompas.com - 10/10/2020, 19:59 WIB
Pemeriksaan mata di Sanggar Kegiatan Belajar SKB Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (27/6/2019). KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAINPemeriksaan mata di Sanggar Kegiatan Belajar SKB Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (27/6/2019).

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) membuka kesempatan pengisian jabatan fungsional pamong belajar sanggar kegiatan belajar (SKB) dan penilik. Proses pendaftaran ini akan dilaksanakan pada 12-16 Oktober 2020.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikbud, Santi Ambarrukmi menyatakan, berdasarkan pemetaan yang telah dilaksanakan, dibutuhkan sebanyak 13.090 orang jabatan fungsional pamong belajar untuk di seluruh Indonesia. Setiap SKB minimal membutuhkan 35 orang pamong belajar.

Baca juga: Kemendikbud Buka Lowongan Pamong Belajar SKB dan Penilik

Sedangkan untuk penilik, dibutuhkan sebanyak 19.623 orang, dengan asumsi setiap kecamatan membutuhkan sebanyak 3-12 orang penilik dan jumlah kecamatan di Indonesia sebanyak 6.541 kecamatan. Jumlah penilik saat ini baru mencapai 3.000 orang.

"Pembukaan kesempatan ini berdasarkan pada kebutuhan SKB yang berada di setiap Kabupaten/Kota," kata Santi dalam siaran persnya yang diterima media, Sabtu (10/10/2020).

Santi menjelaskan, jabatan fungsional pamong belajar adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan belajar dan mengajar.

Pamong belajar juga melaksanakan kajian program serta pengembangan model pendidikan nonformal dan informal pada unit pelaksana teknis pusat/daerah dan satuan pendidikan nonformal.

Sementara itu, jabatan fungsional penilik adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melakukan kegiatan pengendalian mutu.

Jabatan fungsional penilik juga melaksanakan evaluasi terhadap dampak program pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan keaksaraan dan kesetaraan, serta kursus pada jalur pendidikan nonformal dan informal (PNFI).

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 42 Tahun 2018 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Fungsional Melalui Penyesuaian/Inpassing, pegawai negeri sipil (PNS) yang berminat mendaftarkan diri menjadi pamong belajar atau penilik tidak dibatasi hanya lulusan sarjana pendidikan.

Namun demikian, PNS tersebut harus memiliki pengalaman terlibat dalam pendidikan nonformal minimal dua tahun.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X