Menristek Resmikan Science Techno Park Unand

Kompas.com - 10/10/2020, 10:30 WIB
Menristek Bambang Brodjonegoro saat memberikan sambutan dalam MoU Kemenristek/BRIN dengan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (Inotek) secara virtual, Senin (28/9/2020). Tangkapan layar Zoom KemenristekMenristek Bambang Brodjonegoro saat memberikan sambutan dalam MoU Kemenristek/BRIN dengan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (Inotek) secara virtual, Senin (28/9/2020).

KOMPAS.com - Menteri Riset dan Teknologi ( Menristek) Bambang Brodjonegoro meresmikan Science Techno Park (STP), Pusat Technology Transfer Office, Pusat Teaching Industry Gambir dan Pusat Produksi Inovasi Universitas Andalas ( Unand).

Bambang menyampaikan, kehadiran STP di setiap daerah harus relevan dengan kebutuhan ekonomi daerahnya. Bila daerah tertentu kaya akan suatu komuditas, maka STP harus bisa membuat komoditas tersebut bernilai tambah semaksimal mungkin atau menjadi produk yang bisa berdaya saing.

Baca juga: Dies Natalis ke-64, Mahfud MD: Universitas Andalas Lahirkan Banyak Tokoh

"Tergantung apa yang menjadi keunggulan kalau gambir sebagai produk unggulan yang terpenting ada nilai tambahnya bisa dibuat produk baru berbasis gambir yang dibutuhkan dan berguna oleh masyarakat dalam bentuk obat dan bentuk lainnya," jelas Menteri Bambang dalam keterangannya, melansir laman unand.ac.id, Jumat (9/10/2020).

Dia mengharapkan, keberadaan STP menjadi upaya untuk hilirisasi riset dan bisa menjadi episentrum dari inovasi, karena perguruan tinggi adalah salah satu aktor yang berperan penting dari inovasi.

"Perlu ada industri, inkubator dan juga harus didukung asosiasi bisnis, baik asosiasi yang tekait pembiayaan maupun asosiasi yang terkait produksi yang relevan dengan komuditas dan juga ada unsur pendanaan," ungkap dia.

Unand harus perbanyak kolaborasi

Dengan telah diresmikan ini, dia meyakini, Universitas Andalas bisa terus menonjolkan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik Pemerintah Daerah (Pemda), Pusat dan sesama institusi riset. Paling terpenting, harus terus berinovasi dengan teknologi yang terus berkembang.

Rektor Universitas Andalas Yuliandri menyampaikan, kegiatan ini pada prinsipnya sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi bagi pengelola perguruan tinggi, terutama dosen yang memprioritaskan riset nasional, serta kolaborasi riset lain untuk peningkatan ekonomi daerah dan nasional.

"Dalam kondisi ini, tentu senantiasa dapat memanfaatkan berbagai peluang-peluang meskipun dalam pandemi Covid-19. Khusus kami, potensi dan kekuatan, serta tantangan eksternal terhadap hasil riset dan inovasi itu menjadi bagian yang dijadikan sebagai program riset utama," jelas Yuliandri.

Disamping itu, Rektor mengungkapkan Universitas Andalas siap untuk diberi amanah dalam membantu pencapaian kinerja riset dan inovasi daro Kemenristek.

Baca juga: Universitas Andalas Periksa 5.000 Sampel Covid Setiap Hari

Dirjen Dikti Kemendikbud, Nizam menambahkan, ekonomi di masa mendatang harus berbasiskan inovasi dari peran perguruan tinggi. Peran perguruan tinggi seperti Universitas Andalas ini sangat penting dalam menjadi tulang punggung bagi pengembangan sarana inovasi secara nasional.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X