Berbekal Situs Belajar, 3 Siswa Raih Prestasi di Olimpiade Tuymaada

Kompas.com - 10/10/2020, 10:29 WIB
Valentino Iverson dan Edgar Sulaeman berhasil meraih medali perunggu dalam kategori Senior League pada mata pelajaran matematika di ajang Olimpiade Internasional Tuymaada XXVII pada 2 hingga 3 Oktober 2020. DOK. WARDAYA COLLEGEValentino Iverson dan Edgar Sulaeman berhasil meraih medali perunggu dalam kategori Senior League pada mata pelajaran matematika di ajang Olimpiade Internasional Tuymaada XXVII pada 2 hingga 3 Oktober 2020.

 

KOMPAS.com – Tiga siswa asal Indonesia berhasil meraih prestasi pada ajang Olimpiade Internasional Tuymaada yang diadakan pada 2 hingga 3 Oktober 2020.

Valentino Iverson dan Edgar Sulaeman berhasil meraih medali perunggu dalam kategori Senior League pada mata pelajaran matematika.

Valentino merupakan siswa dari SMA Sutomo 1, Medan, sedangkan Edgar berasal dari SMAK Penabur, Cirebon.

Baca juga: Siswa dan Mahasiswa, Kenali 4 Hormon Bahagia untuk Kesehatan Mental

Sementara itu, Felicia Grace Angelyn Ferdianto yang bersekolah di SMP Masehi, Kudus, mendapatkan Honourable Mention pada kategori Junior League dalam mata pelajaran matematika.

Ketiga pelajar ini tidak berasal dari ibu kota Jakarta, melainkan dari Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Meski ketiga pencetak prestasi berasal dari daerah yang berbeda, tetapi mereka sama-sama membekali diri lewat situs belajar online Wardaya College.

“Hal ini membuktikan bahwa murid-murid dari luar Jakarta, jika diberikan kesempatan, dapat mencapai prestasi yang tidak kalah dengan siswa-siswa Jakarta,” tulis Wardaya College.

Persiapan kompetisi

Sebagai peraih medali perunggu, Valentino mengatakan bahwa ia hanya menggunakan waktu 1 bulan untuk persiapan kompetisi ini tanpa formula khusus.

“Tidak ada formula khusus sih. Seperti hal umumnya, belajar, kerja soal, dan have fun as well,” ujarnya pada Jumat (9/10/2020).

Ia mengikuti kompetisi Olimpiade Internasional Tuymaada karena merasa tertantang dengan soal-soal Tuymaada yang memiliki kesan cukup eksotik.

Dalam persiapannya, Valentino pun menggunakan situs belajar Wardaya College karena ia bisa mengerti dengan penjelasan materi dari pengajarnya.

“Kurang ada artikel bagus di Indonesia maupun luar negeri yang bahas secara spesifik mengenai beberapa topik yang ingin saya pelajari. Namun, pengajar di Wardaya College menjelaskan sedemikian rupa sehingga grasp konsepnya dapat dimengerti,” jelasnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X