Pertamina Beri Paket Data dan Pengajaran Teknologi pada SLB Balikpapan

Kompas.com - 24/09/2020, 18:27 WIB
PT Pertamina Lubricants melalui Sales Region VI memberikan pelatihan kepada guru dan siswa untuk menggunakan aplikasi-aplikasi video conference pada Selasa (22/9/2020) di Sekolah Luar Biasa, Balikpapan. DOK. PT PERTAMINA LUBRICANTSPT Pertamina Lubricants melalui Sales Region VI memberikan pelatihan kepada guru dan siswa untuk menggunakan aplikasi-aplikasi video conference pada Selasa (22/9/2020) di Sekolah Luar Biasa, Balikpapan.

KOMPAS.com – Proses belajar mengajar akibat pandemi COVID-19 juga mengakibatkan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) harus belajar dari rumah.

Namun dengan beralih ke sistem daring, hal tersebut menjadi tantangan bagi komponen pendidikan Sekolah Luar Biasa ( SLB) di Balikpapan untuk beradaptasi dengan pengajaran berbasis teknologi.

"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kami agar sistem belajar mengajar dapat terus terlaksana dengan baik,” Sales Region Manager VI Didik Setyo Nugroho pada Selasa (22/9/2020).

Baca juga: Perhatikan Pendidikan Seks Tunagrahita, Kemendikbud Luncurkan Modul PKRS

PT Pertamina Lubricants melalui Sales Region VI membantu SLB dengan memberikan bantuan paket data untuk guru dan siswa. Selain itu, Pertamina juga memberikan voucher BBK yang bisa digunakan untuk pembelian bahan bakar minyak.

“Kami berharap dengan bantuan paket data dan voucher BKK dapat meringankan pekerjaan para guru dalam menjalakan tugas mulianya, terlebih ketika home visit kepada siswa yang memang tidak dapat melakukan pembelajaran secara online," ungkap Didik.

Berdasarkan hasil riset Suara Disabilitas dari Indonesia untuk 128 anak penyandang disabilitas, 67,9 persen dari mereka menyatakan kesulitan untuk mengikuti metode belajar online.

Terlebih dalam masa pandemi ini, tidak semua orangtua maupun pembimbing penyadang disabilitas memiliki kecakapan mengajar seperti guru di SLB.

Maka dari itu, beberapa SLB di Balikpapan menerapkan home visit untuk pembelajaran siswanya.

Pengajaran teknologi untuk adaptasi

Namun tidak bisa dihindari bahwa setiap orang harus beradaptasi dengan sistem digitalisasi, terutama saat masa pandemi COVID-19 dan revolusi industri 4.0, di mana internet menjadi segalanya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X