Mendikbud Nadiem: Covid-19 Memaksa Semua Keluar dari Zona Nyaman

Kompas.com - 07/05/2020, 22:49 WIB
Seorang anak menyimak pembelajaran yang disiarkan melalui Televisi Republik Indonesia (TVRI) di Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan 720 episode untuk penayangan Belajar dari Rumah selama 90 hari untuk PAUD hingga SMA melalui TVRI. ANTARA FOTO/SAIFUL BAHRISeorang anak menyimak pembelajaran yang disiarkan melalui Televisi Republik Indonesia (TVRI) di Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan 720 episode untuk penayangan Belajar dari Rumah selama 90 hari untuk PAUD hingga SMA melalui TVRI.

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Nadiem Makarim menilai wabah pandemi Covid-19 memaksa semua pihak termasuk insan pendidikan keluar dari zona nyaman. 

Masyarakat kemudian beradaptasi dan berinovasi menciptakan cara kerja baru.

"Cara pandang manusia terhadap teknologi dan kesehatan demi kelangsungan hidup di masa mendatang juga akan berubah. Kita akan lebih menghargai lingkungan dan pentingnya menjaga kebersihan,” tutur Nadiem dalam Konferensi Pendidikan dalam rangka Peluncuran Program Akademi Edukreator seperti dikutip dari siaran pers.

Selain itu, peran penting teknologi dalam mendukung pembelajaran akan semakin nyata. Hal itu membuat Kemendikbud berupaya agar teknologi bisa sampai ke sekolah-sekolah.

Pemerataan akses teknologi adalah syarat percepatan pemerataan akses pendidikan. Tentunya hal ini dilakukan dengan kolaborasi antar kementerian dan lembaga serta dengan pemerintah daerah.

"Belajar dari elemen-elemen yang mungkin kurang menyenangkan dalam online learning itu menjadi umpan balik kepada kementerian, pada dinas, guru dan kepala sekolah mengenai apa elemen yang patut kita gunakan di teknologi dan mana elemen yang mungkin negatif," ujar Nadiem.

Sebelumnya, Nadiem mengakui aktivitas pembelajaran yang dilakukan di kondisi darurat saat ini belum optimal.

Baca juga: Mendikbud Nadiem Makarim: Pendidikan Milik Masyarakat Bukan Hanya Pemerintah

Beberapa program dan kegiatan Kemendikbud sudah dipastikan tertunda sampai krisis berakhir.

Proses adaptasi penggunaan teknologi dalam masa pembelajaran jarak jauh diakuinya memang tidak mudah, khususnya bagi sebagian besar pendidik.

"Kita harus jujur proses adaptasi ke online learning juga sangat sulit. Paling tidak masih ada pembelajaran terjadi daripada sama sekali tidak ada pembelajaran," katanya.

Nadiem mengapresiasi usaha para pendidik yang mencoba berbagai fasilitas pembelajaran jarak jauh baru yang sebelumnya tidak pernah digunakan.

Ia juga mengapresiasi peranan para kreator konten-konten edukasi yang terus mengisi internet dengan hal positif. Karena masyarakat membutuhkan berbagai alternatif untuk belajar.

Konten edukasi yang terkurasi dan diproduksi secara masif menjadi salah satu hal penting yang perlu dilakukan saat ini.

"Dengan teknologi yang kita miliki sekarang kita bisa akses itu dari mana pun. Jadinya inilah yang namanya Merdeka Belajar. Edukreator itu adalah Merdeka Belajar," jelas Nadiem.

Baca juga: Kata Mendikbud Nadiem Makarim tentang Dunia Kerja di Masa Depan

Konferensi Pendidikan dalam rangka Peluncuran Akademi Edukreator yang dihadiri Nadiem berlangsung secara telekonferensi dan disiarkan melalui kanal Youtube Kemendikbud.

Program ini merupakan kolaborasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama ‘Kok Bisa’, Youtube Learning, serta LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Acara ini bertujuan untuk mengetahui pandangan para pegiat pendidikan terhadap dunia pendidikan Indonesia, setelah krisis Corona Virus Desease (Covid-19) terjadi.

Sementara, Akademi Edukreator adalah suatu inisiasi dari ‘Kok Bisa’ yang didukung YouTube Learning yang bertujuan melatih lebih banyak orang untuk membuat konten edukasi positif di internet.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X