Mendikbud Nadiem: Kita Dekatkan Pendidikan dengan Dunia Nyata

Kompas.com - 07/05/2020, 20:17 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dalam Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kebudayaan di Jakarta, Rabu (26/2/2020). Dok. KemendikbudMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dalam Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kebudayaan di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengatakan bahwa salah satu semangat Merdeka Belajar adalah untuk mengaitkan sistem pendidikan dengan kebutuhan di dunia nyata atau dunia profesional tempat berkarya.

Ia mencontohkan penelitian di bidang kesehatan sangat dibutuhkan saat terjadi wabah. Melalui penelitian, kita bisa mengidentifikasi wabah dan mencari solusinya.

Lebih lanjut, Nadiem mengatakan yang dimaksud dunia nyata bukan hanya industri, tetapi juga sektor pemerintahan maupun sektor sosial atau nonprofit.

"Bagaimana kita meningkatkan relevansi pembelajaran kepada dunia nyata. Jadi, kita membuat pendidikan kita serelevan mungkin terhadap apa yang terjadi di dunia nyata bukan hanya dunia akademik saja," ungkap Nadiem dalam Konferensi Pendidikan dan Peluncuran Program Akademi Edukreator bertema “Membangun Dunia Pendidikan Baru” seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com.

Oleh karena itu, tugas Kemendikbud adalah menciptakan sistem pendidikan yang memerdekakan potensi guru, kepala sekolah, dan siswa.

"Kemendikbud selalu konsisten dalam menjalankan konsep (Merdeka Belajar) ini,” ujarnya.

Baca juga: Mendikbud Nadiem Makarim: Pendidikan Milik Masyarakat Bukan Hanya Pemerintah

Saat ini, Indonesia membutuhkan guru-guru penggerak yang fokus kepada peserta didiknya. Guru yang memiliki motivasi atau panggilan jiwa menjadi pendidik dan fokus pada kepemimpinan.

"Jika ingin menciptakan sekolah berkelas dunia misalnya, maka ekosistem pendidikan kita harus mengikuti standar dunia. Perubahan itu harus terjadi. Mendekatkan pendidikan kita dengan dunia nyata,” ujar Nadiem.

Kemudian, kualitas kepala sekolah yang menentukan perubahan ekosistem pendidikan.

"Kepala sekolah harus memiliki kapabilitas untuk menjadi mentor guru-guru di lingkungannya dengan kualitas pembelajaran yang memadai. Ia juga harus bisa menghadirkan guru-guru penggerak yang akan membantu memajukan pendidikan,” ucapnya.

Pendidikan Milik Masyarakat

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X