Mendikbud Nadiem Makarim: Pendidikan Milik Masyarakat Bukan Hanya Pemerintah

Kompas.com - 07/05/2020, 19:56 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menjadi pembicara Konferensi Pendidikan dan Peluncuran Program Akademi Edukreator yang bertemakan ?Membangun Dunia Pendidikan Baru? secara telekonferensi di Jakarta, Rabu (6/5/2020). KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menjadi pembicara Konferensi Pendidikan dan Peluncuran Program Akademi Edukreator yang bertemakan ?Membangun Dunia Pendidikan Baru? secara telekonferensi di Jakarta, Rabu (6/5/2020).

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makariem mengatakan, penting untuk mengenalkan paradigma baru pendidikan yang lebih kolaboratif.

Kreativitas dan inovasi yang muncul dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

"Saya ingin tersebar sebuah paradigma baru di mana siswa, guru, dan orang tua merdeka untuk mencoba hal-hal baru. Banyak bertanya, mencoba, dan berkarya," kata Nadiem dalam Konferensi Pendidikan dan Peluncuran Program Akademi Edukreator bertema “Membangun Dunia Pendidikan Baru” seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com

Nadiem menjelaskan bahwa prinsip Merdeka Belajar adalah memberikan otonomi, transparansi, efisiensi, dan fleksibilitas.

Oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di dunia pendidikan dapat lebih optimal dan berdampak.

Baca juga: 7 Kiat Menjadi Guru yang Dirindu Siswa di Era Merdeka Belajar

"Esensi Merdeka Belajar bahwa pendidikan itu bukan hanya milik pemerintah. Pendidikan itu adalah miliknya masyarakat, dari masyarakat, untuk masyarakat. Tentunya dengan kurasi kualitas yang baik. Tetapi pendidikan itu bisa dalam format yang sangat variatif dan bisa didapatkan dari berbagai macam pihak," jelasnya.

"Dengan teknologi yang kita miliki sekarang, kita bisa akses itu dari mana pun. Jadinya inilah yang namanya Merdeka Belajar," tambahnya.

Untuk itulah, Kemendikbud mendorong terciptanya perubahan mendasar di dunia pendidikan. Salah satunya adalah mendorong partisipasi publik yang lebih besar dalam gotong royong membangun pendidikan nasional.

Nadiem menyebutkan, semakin menguatnya peranan komunitas dan organisasi pendidikan dalam kemitraan bersama pemerintah pusat ataupun daerah.

"Itu yang akan menciptakan transformasi oganik budaya pendidikan kita," ujarnya.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X