Kata Mendikbud Nadiem Makarim tentang Dunia Kerja di Masa Depan

Kompas.com - 07/05/2020, 20:37 WIB
Ilustrasi ahli IT iStockphoto/scyther5Ilustrasi ahli IT

KOMPAS.com - Perubahan zaman yang kian pesat memaksa setiap individu untuk jeli melihat peluang dan beradaptasi.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, dunia kerja atau profesional akan berubah seiring dengan perkembangan teknologi.

Sektor teknologi perangkat lunak diyakininya akan semakin berkembang, seperti aplikasi web, desain, riset, data analisis, dan hal yang terkait ekosistem digital.

"Di masa depan, kita akan membangun peradaban secara virtual," ujar Nadiem dalam Konferensi Pendidikan dan Peluncuran Program Akademi Edukreator bertema “Membangun Dunia Pendidikan Baru” seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com

Saat ini, terbuka peluang emas bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju lain melalui sektor teknologi.

Bertumbuhnya berbagai perusahaan teknologi di Indonesia semestinya dapat mendorong terciptanya suatu generasi produser teknologi, bukan sekadar konsumer teknologi.

Generasi yang terampil dalam memproduksi software dan berbagai hal yang menciptakan efisiensi di sektor manufaktur.

"Mandat Presiden Joko Widodo adalah kita harus lompat melalui digitalisasi. Dan itu membutuhkan paradigma baru di dunia pendidikan, baik pendidikan menengah ke bawah dan pendidikan tinggi. Di mana fokusnya adalah kepada kreativitas, computational logics, dan juga fokus kepada berkarya," jelas Nadiem.

Baca juga: ILO: Hari Buruh, Covid-19 dan Transisi Sekolah ke Dunia Kerja

Namun, hal tersebut tidak dimaksudkan untuk mewajibkan setiap anak Indonesia belajar coding atau pemrograman.

"Bisa dengan melatih pondasinya saja. Kalau misalnya dia senang dengan dunia teknologi baru nanti bisa mengambilnya di pendidikan lainnya," ujar Nadiem.

Kemudian, dalam rangka mengatasi ketimpangan yang terjadi akibat belum meratanya akses. Maka, saat ini prioritas pemerintah, khususnya setelah belajar dari pandemi adalah percepatan pemerataan akses di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

"Tanpa konektivitas (internet) dan listrik, maka pemerataan kualitas pendidikan kita tidak mungkin tercapai. Maka itu mutlak," kata Nadiem.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X