Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramai soal Ribuan Pendaki Gagal "Muncak" di Gunung Slamet, PVMBG: Ada Peningkatan Gempa Embusan

Kompas.com - 14/05/2024, 08:30 WIB
Laksmi Pradipta Amaranggana,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Media sosial diramaikan dengan video 1.000 pendaki yang gagal muncak di Gunung Slamet.

Unggahan tersebut diunggah oleh akun X @pendakilawas pada Minggu (12/5/2024) pukul 21.34 WIB.

Dalam unggahan tersebut, pengunggah menyebut bahwa ribuan pendaki tidak bisa mendaki karena perubahan aktivitas gunung ke level 2 (siaga).

Hingga Selasa (14/5/2024), unggahan tersebut sudah dilihat lebih dari 95.800 kali, disukai 913 akun, dan dibagikan ulang sebanyak 241 kali.

“Minggu 12 Mei 2024, Summit ke Puncak Gunung Slamet DIBATALKAN. Total sekitar 1000 pendaki batal muncak karena level gempa vulkanik yang naik, baik pendaki yang telah bersiap Summit dari Pos 4 Amreta Via Guci dan juga via Bambangan diwajibkan turun dan harus legowo,” tulis pengunggah.

Baca juga: Letusan Gunung Slamet Disebut Bisa Belah Pulau Jawa, Ini Kata PVMBG


Penjelasan pengelola pos

Penjaga pos pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Aryo mengonfirmasi bahwa saat ini jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan sementara sedang ditutup.

Penutupan ini dilakukan karena adanya peringatan terhadap peningkatan aktivitas kegempaan di Gunung Slamet dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Aryo menjelaskan, sesuai imbauan PVMBG, pendaki dilarang beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari puncak gunung atau berada di pos 9 jalur pendakian Bambangan.

Terkait ribuan pendaki yang batal “muncak”, Aryo mengatakan bahwa di jalur Bambangan terdapat sekitar 500 pendaki yang harus turun karena peningkatan aktivitas gunung tersebut.

Saat pengumuman penutupan jalur pendakian, tim dari pos pendakian Bambangan mengirimkan beberapa tim SAR untuk mengimbau supaya aktivitas pendakian dihentikan.

“Kita kirimkan beberapa tim SAR, takutnya ada bahaya ataupun letusan yang terjadi,” ungkap Aryo kepada Kompas.com, Senin (13/5/2024).

Hal tersebut dilakukan sebagai tindakan antisipasi karena peningkatan aktivitas Gunung Slamet pada Minggu (12/4/2024).

Untuk penutupan jalur pendakian, Aryo mengungkapkan, baik via Bambangan maupun Guci, semuanya masih ditutup.

Ia juga masih menunggu informasi lebih lanjut tentang pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Slamet.

“Mulai Senin (13/5/2024), jalur pendakian via Bambangan sudah kosong untuk aktivitas pendakian dan diimbau untuk turun,” jelas Aryo.

Baca juga: UPDATE Status Gunung Slamet, Naik Jadi Waspada, Masyarakat Diminta Tidak Panik

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com