Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

CPF, Tapera ala Singapura yang Berhasil "Merumahkan" Pekerjanya

Kompas.com - 30/05/2024, 10:30 WIB
Muhdany Yusuf Laksono

Penulis

KOMPAS.com - Indonesia bukan satu-satunya negara yang memiliki kebijakan pemotongan gaji pekerja untuk iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Pasalnya, beberapa negara juga memiliki program tabungan serupa yang salah satu fungsinya untuk memenuhi kebutuhan perumahan pekerja.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto mengatakan, Singapura memiliki lembaga Central Provident Fund (CPF).

CPF tidak hanya mengelola dana penyediaan perumahan saja, tetapi menyatu dalam satu akun dengan jaminan sosial lain, seperti dana pensiun, fasilitas kesehatan, pendidikan anak, dan asuransi jiwa bagi pekerja.

CPF bersifat wajib bagi setiap warga negara Singapura dan dikelola oleh pemerintah. Skema iurannya didukung bersama-sama oleh pekerja, pemberi kerja, dan pemerintah.

"Kami mengusulkan dan mendorong pemerintah agar menerapkan penyatuan iuran jaminan sosial masyarakat seperti halnya CPF di Singapura, sehingga tidak banyak iuran yang dibebankan ke rakyat dan pengawasannya lebih efektif," kata Joko Suranto dalam keterangan resminya, Rabu (29/5/2024).

Hal senada juga disampaikan pengamat sekaligus pakar properti nasional, Panangian Simanungkalit. Bahwa kebijakan Tapera sudah tepat, karena tujuannya adalah pemupukan dana yang bersifat jangka panjang untuk pembiayaan perumahan peserta itu sendiri.

Dia tak memungkiri sebagian masyarakat akan memiliki perbedaan pandangan. Namun, program seperti Tapera di sejumlah negara tetangga dinilai sudah terbukti berhasil menyejahterakan para pekerjanya melalui pembiayaan perumahan.

"Misalnya di Malaysia ada Employees Provident Fund (EPF) dan di Singapura ada Central Provident Fund (CPF). Kedua negara ini telah berhasil 'merumahkan para pekerjanya'," ujar Panangian kepada Kompas.com, Rabu (29/05/2024).

Baca juga: Di Tengah Polemik Tapera, Ada Usulan Prabowo-Gibran Bentuk Urban Fund

Lantas, apa itu CPF? Tapera ala Singapura yang dinilai berhasil 'merumahkan' para pekerjanya.

Dirangkum dari laman resmi CPF dan Kementerian Tenaga Kerja Singapura, CPF adalah skema tabungan jaminan sosial wajib yang didanai oleh kontribusi dari pemberi kerja dan karyawan.

CPF dibentuk dengan tujuan membantu warga negara Singapura atau penduduk tetap Singapura menyisihkan dana untuk membangun fondasi kuat pada masa pensiun.

Pekerja akan mendapatkan bunga stabil hingga 5 persen per tahun jika berusia di bawah 55 tahun, dan mendapatkan hingga 6 persen per tahun jika berusia 55 tahun ke atas.

Besaran iuran tabungan CPF tergantung usia pekerja. Namun secara umum berkisar antara 12,5 persen hingga 37 persen dari gaji bulanan pekerja. Jumlah itu merupakan akumulasi iuran dari pekerja dan pemberi kerja.

Berikut proporsi besaran iuran tabungan CPF mulai 1 Januari 2024:

Halaman Berikutnya
Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com