Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Mustakim
Jurnalis

Produser Program Talk Show Satu Meja The Forum di Kompas TV
Satu Meja The Forum tayang setiap Rabu pukul 20.30 WIB LIVE di Kompas TV

G20 "Rasa" G7

Kompas.com - 21/11/2022, 13:06 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

KONFERENSI Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali baru saja selesai. Persamuhan internasional ini mengesahkan Leaders Declaration atau Deklarasi Pimpinan. Salah satu isi dari deklarasi yang berisi 52 poin ini adalah mengecam invasi Rusia ke Ukraina.

Negara-negara anggota G20 menuntut Rusia segera menarik pasukannya dari wilayah Ukraina tanpa syarat. Komunike ini menyebut, apa yang dilakukan Rusia ke Ukraina adalah invasi atau agresi.

Mayoritas negara anggota G20 mengutuk keras perang di Ukraina. Pasalnya, perang yang berkecamuk sejak Februari 2022 ini tak hanya membuat warga menderita tetapi juga memperparah kondisi ekonomi. Ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja akibat didera pandemi Covid-19.

Baca juga: Cerita Retno Marsudi dan Sri Mulyani Persiapkan G20, Pertemanan 43 Tahun Permudah Koordinasi

Sejumlah ekonom bahkan memprediksi, dunia akan menghadapi resesi. Perang Rusia-Ukraina dianggap memperburuk kondisi ekonomi yang nyaris rontok dihantam pandemi ini. Perang antarnegara tetangga itu dinilai menghambat pertumbuhan dan menganggu rantai pasokan pangan dan energi.

Krisis energi dan pangan juga bisa terjadi jika konflik itu tidak segera diakhiri. Dunia dibayangi resesi.

Forum kerja sama ekonomi internasional itu digelar di Bali selama dua hari, pada 15-16 November 2022. Sebanyak 17 dari 20 pemimpin negara hadir dalam forum ini. Tiga pemimpin negara yang tidak hadir adalah Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden terpilih Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, dan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador.

Selama ini forum G20 identik dengan pembicaraan dan kesepakatan terkait ekonomi dan pembangunan. Namun KTT G20 yang digelar di Bali ini sejak awal sudah dibayangi perdebatan soal perang Rusia-Ukraina. Para kepala negara dan pemerintahan ini sebenarnya mengerti, G20 bukanlah forum untuk membicarakan masalah keamanan.

Namun, masalah keamanan yang ditimbulkan dari perang Rusia-Ukraina berdampak signifikan pada perekonomian. Untuk itu, menyelesaikan konflik Rusia - Ukraina serta menciptakan perdamaian kedua negara menjadi keniscayaan.

Pasalnya, tanpa itu perbaikan ekonomi dunia bakal sulit dilakukan. Perang yang berkepanjangan tersebut bisa memicu konflik yang lebih besar dan melibatkan banyak negara. Kondisi ini tentu akan semakin memperburuk perekonomian dunia.

G20 rasa G7

Deklarasi Bali layak diapresiasi. Karena, setidaknya ada sesuatu yang disepakati di forum internasional ini. Karena awalnya, banyak yang pesimistis Indonesia bisa menghasilkan suatu deklarasi mengingat situasi dunia tengah sulit, akibat pandemi. Kondisi itu diperburuk perang antara Rusia dan Ukraina, krisis pangan dan energi, serta krisis keuangan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+