Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/06/2022, 17:30 WIB

KOMPAS.com – PT. Merpati Nusantara Airlines (Persero) atau Merpati Airlines telah resmi dinyatakan pailit.

Dikutip dari Kompas.com, Selasa (7/6/2022), penetapan pailit tersebut berdasarkan putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Keputusan Merpati Airline pailit ditetapkan pada sidang 2 Juni 2022.

Berikut sejarah perjalanan Merpati Airlines hingga dinyatakan pailit:

Baca juga: Merpati Airlines Resmi Ditetapkan Pailit

Sejarah Merpati Airlines

Dikutip dari Kompas.id, Merpati Airlines, merupakan cikal bakal penerbangan perintis nasional.

Pembentukan maskapai Merpati Nusantara Airlines (MNA) didasarkan dari PP Nomor 19 tahun 1962.

Dikutip dari Kompas.com, 18 Oktober 2019, Merpati Nusantara Airlines berdiri berkat serangkaian usaha rintisan yang dilakukan oleh Angkatan Udara (AU) dan dwi-fungsi ABRI.

Merpati Airlines didirikan pada September 1962 oleh sejumlah perwira senior yang tergabung dalam PN MNA.

Mereka membentuk sarana perhubungan antar-daerah dengan mengutamankan pelayanan kepada masyarakat.

Modal awal saat itu, yakni Rp 10 juta terdiri dari dua pesawat Dakota dan empat pesawat Otter/DHC 3.

Awalnya, Merpati Nusantara Airlines hanya menghubungkan lima kota besar.

Pada 1974, Merpati merambah 175 kota di mana beberapa di antaranya adalah kota kecil, kota/kabupaten hingga kecamatan.

Selanjutnya pada 1975, perusahaan negara tersebut berubah menjadi persero dengan Direktur Utama Ramli Sumardi.

Baca juga: Ini Alasan Merpati Airlines Akhirnya Dinyatakan Pailit

Menjadi anak perusahaan Garuda

Merpati Nusantara Airlines, selanjutnya menjadi anak perusahaan Garuda Airways pada 26 Oktober 1978.

Sehingga kemudian terjadi pengalihan kekuasaan modal negara dari MNA kepada Garuda.

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1978 tanggal 26 Oktober 1978.

Namun seiring berjalannya waktu, Merpati Nusantara Airlines pada akhirnya terus mengalami kerugian dan membutuhkan subsidi pemerintah.

Beberapa kalangan pejabat MNA di daerah telah sejak lama mengeluhkan keadaan perusahaan.

Meskipun MNA mendapat penambahan pesawat yang berasal dari penyertaan modal pemerintah, akan tetapi dalam operasinya perolehan muatan MNA terus mengalami penurunan sejak 1972.

Hingga akhirnya Merpati Nusantara Airlines resmi berhenti beroperasi pada 1 Februari 2014 karena masalah keuangan dan utang.

Pada 2014, keadaan Merpati bertolak belakang dengan Garuda yang tengah masuk di masa keemasannya.

Baca juga: Perjalanan Panjang Merpati Airlines, Mengudara pada 1962, Sempat Mati Suri, dan Coba Bangkit Lagi...

Terlilit utang hingga Rp 10,95 triliun

MNA tercatat memiliki utang hingga Rp 10,95 triliun.

Jumlah tersebut terdiri dari Rp 1,09 triliun tagihan kreditur preferen, Rp 5,99 triliun tagihan konkuren, dan 3,87 triliun tagihan separatis.

Pada 2018, Majelis Hakim Pengadilan Niaga Surabaya sempat mengabulkan proposal perdamaian yang diajukan PT MNA kepada kreditor untuk penundaan pembayaran utang.

Adapun hakim menyampaikan, MNA mempunyai tanggungan kepada 85 kreditor konkuren.

Dikabulkannya permohonan tersebut membuat MNA batal pailit dan MAN bisa kembali beroperasi.

Kendati demikian, dikutip dari Kompas.com, 23 Januari 2020, usai keputusan tersebut, Merpati Airlines hanya mengantongi izin pelayanan kargo udara saja.

Perusahaan hanya diberi tugas melayani pengantaran kargo untuk wilayah bagian timur dengan meminjam pesawat milik Garuda Indonesia.

Baca juga: Akankah Nasib Garuda Indonesia Sama seperti Merpati Airlines?

Lalai penuhi perjanjian damai

Dikutip dari Kompas.com 7 Juni 2022, pengadilan mengabulkan permohonan terkait Merpati Airline dianggap lalai memenuhi isi perjanjian perdamaian yang telah disahkan oleh Putusan Pengesahan Perdamaian Nomor 04/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN.Niaga.Sby tertanggal 14 November 2018.

Sehingga kelalaian tersebut membuat PN Surabaya membatalkan perjanjian perdamaian dan menyatakan termohon atau Merpati Airlines pailit dengan segala akibat hukumnya.

Pengadilan juga menunjuk Gunawan Tri Budiono, Hakim Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya sebagai Hakim Pengawas.

Pengadilan menyatakan menghukum Merpati Airlines untuk membayar biaya perkara yang timbul dari perkara ini sejumlah Rp 1.509.000.

Tim kurator Merpati Airlines akan mengundang para kreditor untuk melakukan rapat kreditor pertama pada 16 Juni 2022 di Pengadilan Niaga di PN Surabaya.

Kreditor bisa mengajukan tagihan sejak tanggal pengumuman kepailitan dengan batas akhir pengajuan tagihan Kamis 30 Juni 2022.

Adapun rapat pencocokan piutang dan batas akhir verifikasi pajak dilakukan Kamis 14 Juli 2022.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kereta Panoramic Bakal Beroperasi Kembali pada Februari 2023, Apa Saja Fasilitasnya?

Kereta Panoramic Bakal Beroperasi Kembali pada Februari 2023, Apa Saja Fasilitasnya?

Tren
Tak Ada Pendaftaran Offline, Prakerja Minta Masyarakat Waspada Penipuan

Tak Ada Pendaftaran Offline, Prakerja Minta Masyarakat Waspada Penipuan

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Tragedi Sungai Beruang 29 Januari 1863 di AS, 250 Orang Tewas

Hari Ini dalam Sejarah: Tragedi Sungai Beruang 29 Januari 1863 di AS, 250 Orang Tewas

Tren
Leher Bagian Belakang Gelap, Gejala Penyakit Apa?

Leher Bagian Belakang Gelap, Gejala Penyakit Apa?

Tren
Profil Swarovski, Kristal yang Dipakai Doja Cat di Paris Fashion Week

Profil Swarovski, Kristal yang Dipakai Doja Cat di Paris Fashion Week

Tren
WhatsApp Berencana Perbarui Fitur Editor Teks Gambar, Apa Saja yang Baru?

WhatsApp Berencana Perbarui Fitur Editor Teks Gambar, Apa Saja yang Baru?

Tren
Mengapa Arkeolog Takut Bongkar Makam Kaisar China? Ini Alasannya

Mengapa Arkeolog Takut Bongkar Makam Kaisar China? Ini Alasannya

Tren
Gejala Tekanan Darah Rendah yang Jarang Disadari, Apa Saja?

Gejala Tekanan Darah Rendah yang Jarang Disadari, Apa Saja?

Tren
[POPULER TREN]  Ramai soal Tagar #KAIsedangtidakbaikbaiksaja, Ada Apa? | Video Viral Aksi Calon Masinis Perempuan Berangkatkan Kereta

[POPULER TREN] Ramai soal Tagar #KAIsedangtidakbaikbaiksaja, Ada Apa? | Video Viral Aksi Calon Masinis Perempuan Berangkatkan Kereta

Tren
Partai Buruh Akan Kembali Gelar Demo Besar-besaran pada Awal Februari, Apa Alasannya?

Partai Buruh Akan Kembali Gelar Demo Besar-besaran pada Awal Februari, Apa Alasannya?

Tren
Ramai soal Rekrutmen CPNS Dibuka pada Juni 2023, Ini Jawaban Kemenpan-RB

Ramai soal Rekrutmen CPNS Dibuka pada Juni 2023, Ini Jawaban Kemenpan-RB

Tren
Ramai soal Penipuan Berkedok Undangan Digital, Bagaimana Cara Membedakan Undangan Asli dan Palsu?

Ramai soal Penipuan Berkedok Undangan Digital, Bagaimana Cara Membedakan Undangan Asli dan Palsu?

Tren
Ramai soal Pukul 18.00 Maghrib Langit Masih Terang, Ini Penjelasan BMKG

Ramai soal Pukul 18.00 Maghrib Langit Masih Terang, Ini Penjelasan BMKG

Tren
Bahaya Penipuan Berkedok Undangan Pernikahan dan Cara Mengantisipasinya

Bahaya Penipuan Berkedok Undangan Pernikahan dan Cara Mengantisipasinya

Tren
Bisakah Lulusan SMA, SMK, S1, S2, dan S3 Daftar Prakerja? Ketahui Syaratnya!

Bisakah Lulusan SMA, SMK, S1, S2, dan S3 Daftar Prakerja? Ketahui Syaratnya!

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+