Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Makanan Terbaik untuk Mengatasi Lemak di Perut Menurut Ahli Diet

Kompas.com - 26/02/2022, 20:00 WIB
Luthfia Ayu Azanella,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menemukan makanan yang ampuh untuk menghilangkan lemak di perut menjadi dambaan mereka yang sedang menjalani diet menurunkan berat badan. 

Beberapa suplemen, obat, dan pil pembakar lemak kadang dikonsumsi demi berkurangnya lemak di perut. 

Namun untuk menurunkan berat badan tidak bisa instan, tetapi melibatkan gaya hidup sehat yang mencakup berpartisipasi dalam aktivitas fisik, mengikuti diet sehat, dan membatasi alkohol dan gula tambahan selain juga berolahraga.

Baca juga: 10 Cara Menurunkan Berat Badan Tanpa Diet

Buah jeruk bali merah menurunkan berat badan

Jeruk bali atau pamelo, merupakan buah yang dianggap membawa keberuntungan di Imlek (Dok. Pixabay) Jeruk bali atau pamelo, merupakan buah yang dianggap membawa keberuntungan di Imlek (Dok. Pixabay)

Meskipun demikian, beberapa penelitian menunjukkan bahwa makan buah jeruk bali merah disebutkan secara alami dapat mendukung tujuan penurunan berat badan Anda, dan pada gilirannya, membantu mengurangi lemak perut Anda.

Dikutip dari Eat This data yang dipublikasikan dalam Journal of Medicinal Food menunjukkan mengonsumsi setengah jeruk bali segar sebelum makan ternyata memiliki efek penurunan berat badan yang signifikan.

Sementara itu, merujuk data observasi yang dipublikasikan Food and Nutrition Research, berat badan, lingkar pinggang, dan BMI (Body Mass Index) perempuan yang mengonsumsi jeruk bali diketahui lebih kecil daripada perempuan yang tidak rutin mengkonsumsi. 

Kemudian, setelah dilakukan evaluasi efek mengonsumsi jeruk bali jenis Rio Red pada berat badan, data dari sebuah penelitian kecil menunjukkan bahwa memakan setengah dari buah itu setiap kali sebelum makan selama 6 pekan berturut-turut dapat menghasilkan penurunan lingkar pinggang yang signifikan.

Pada hewan, konsumsi naringenin, flavonoid yang ada dalam makanan seperti jeruk bali terbukti dapat menurunkan massa lemak.

Namun itu pada hewan, untuk bisa mengatakan hal yang sama juga bekerja pada manusia, dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

Baca juga: Pilih Kardio atau Angkat Beban untuk Turunkan Berat Badan?

 

Bayam untuk menurunkan berat badan

Sayur bayam bening jagung muda ala Sajian Sedap. DOK. SAJIAN SEDAP Sayur bayam bening jagung muda ala Sajian Sedap.

Selain jeruk bali, ada sejumlah bahan makanan lain yang juga terbukti ampuh untuk membantu menurunkan berat badan.

Bahan makanan ini adalah berbagai jenis sayuran hijau. Namun di urutan pertama sayuran hijau yang ampuh untuk menurunkan berat badan adalah bayam.

Dilansir dari Eat This (19/2/2022), sejumlah alasan mengapa bayam disebut efektif untuk urusan yang satu ini.

Pertama, bayam sangat rendah kalori. Dari 3,5 ons bayam mentah terdapat 23 kalori.

Alasan kedua, bayam juga sangat rendahakan karbo. Dari 3,5 ons bayam segar, terdapat 3,6 gram karbo.

Mengurangi asupan kalori dan karbo diketahui dapat mengurangi berat badan.

Alasan ketiga atau yang terakhir, bayam sangat kaya akan serat. Serat diketahui ampuh untuk membuat kita awet kenyang sehingga dapat mengurangi porsi makan.

Serat juga dapat membuat sistem pencernaan bekerja lancar sehingga kita bisa teratur buang air besar setiap harinya.

Baca juga: 15 Resep Olahan Bayam, Hidangan Penuh Gizi yang Lezat

 

Sarapan menu seimbang

Selain didukung dengan asupan yang memiliki kandungan baik untuk menurunkan berat badan.

Tips lain untuk memuluskan upaya menurunkan berat badan adalah dengan memiliki kebiasaan sarapan.

Makan pagi dengan kandungan protein, lemak, dan karbohidrat ternyata bisa membantu Anda untuk menurunkan berat badan.

Bagaimana bisa?

Masih dari Eat This (3/2/2022), pertama, sarapan memberikan kita energi setelah tubuh berpuasa selama semalam. Ini tentu baik bagi tubuh.

Sarapan yang mengenyangkan juga akan memengaruhi asupan kalori di waktu-waktu setelahnya, Anda akan lebih sedikit ngemil, karena perut yang sudah terisi.

Terakhir, energi yang didapat dari sarapan akan diproses setelahnya, karena Anda masih menjalani hari dengan beragam aktivitas.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

NASA Perbaiki Chip Pesawat Antariksa Voyager 1, Berjarak 24 Miliar Kilometer dari Bumi

NASA Perbaiki Chip Pesawat Antariksa Voyager 1, Berjarak 24 Miliar Kilometer dari Bumi

Tren
Profil Brigjen Aulia Dwi Nasrullah, Disebut-sebut Jenderal Bintang 1 Termuda, Usia 46 Tahun

Profil Brigjen Aulia Dwi Nasrullah, Disebut-sebut Jenderal Bintang 1 Termuda, Usia 46 Tahun

Tren
Jokowi Teken UU DKJ, Kapan Status Jakarta sebagai Ibu Kota Berakhir?

Jokowi Teken UU DKJ, Kapan Status Jakarta sebagai Ibu Kota Berakhir?

Tren
Ini Daftar Gaji PPS, PPK, KPPS, dan Pantarlih Pilkada 2024

Ini Daftar Gaji PPS, PPK, KPPS, dan Pantarlih Pilkada 2024

Tren
Pengakuan Ibu yang Paksa Minta Sedekah, 14 Tahun di Jalanan dan Punya 5 Anak

Pengakuan Ibu yang Paksa Minta Sedekah, 14 Tahun di Jalanan dan Punya 5 Anak

Tren
Jadi Tersangka Korupsi, Ini Alasan Pendiri Sriwijaya Air Belum Ditahan

Jadi Tersangka Korupsi, Ini Alasan Pendiri Sriwijaya Air Belum Ditahan

Tren
Daftar Lokasi Nobar Indonesia Vs Uzbekistan Piala Asia U23 2024

Daftar Lokasi Nobar Indonesia Vs Uzbekistan Piala Asia U23 2024

Tren
Bolehkah Penderita Diabetes Minum Air Tebu? Ini Kata Ahli Gizi UGM

Bolehkah Penderita Diabetes Minum Air Tebu? Ini Kata Ahli Gizi UGM

Tren
Bandara di Jepang Catat Nol Kasus Kehilangan Bagasi Selama 30 Tahun, Terbaik di Dunia

Bandara di Jepang Catat Nol Kasus Kehilangan Bagasi Selama 30 Tahun, Terbaik di Dunia

Tren
La Nina Berpotensi Tingkatkan Curah Hujan di Indonesia, Kapan Terjadi?

La Nina Berpotensi Tingkatkan Curah Hujan di Indonesia, Kapan Terjadi?

Tren
Kasus yang Bikin Bea Cukai Disorot: Sepatu Impor hingga Alat Bantu SLB

Kasus yang Bikin Bea Cukai Disorot: Sepatu Impor hingga Alat Bantu SLB

Tren
Biaya Kuliah Universitas Negeri Malang 2024/2025 Program Sarjana

Biaya Kuliah Universitas Negeri Malang 2024/2025 Program Sarjana

Tren
Hari Pendidikan Nasional 2024: Tema, Logo, dan Panduan Upacara

Hari Pendidikan Nasional 2024: Tema, Logo, dan Panduan Upacara

Tren
Beredar Kabar Tagihan UKT PGSD UNS Capai Rp 44 Juta, Ini Penjelasan Kampus

Beredar Kabar Tagihan UKT PGSD UNS Capai Rp 44 Juta, Ini Penjelasan Kampus

Tren
Semifinal Indonesia Vs Uzbekistan Piala Asia U23 2024 Hari Ini, Pukul Berapa?

Semifinal Indonesia Vs Uzbekistan Piala Asia U23 2024 Hari Ini, Pukul Berapa?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com