Ada 4 Calon Pemimpin Ibu Kota Negara Baru, Bagaimana Pemilihannya?

Kompas.com - 18/01/2022, 14:00 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah telah memilih "Nusantara" sebagai nama ibu kota negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Hal itu terungkap dalam rapat Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) DPR dengan pemerintah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (17/1/2022).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, nama Nusantara dipilih karena sudah dikenal sejak lama dan ikonik.

4 calon pemimpin ibu kota baru

Pemerintah sebelumnya juga sempat mengumumkan nama-nama calon pemimpin IKN. Mereka adalah Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, Abdullah Azwar Anas, Bambang Brodjonegoro, dan Tumiyan.

Nama terakhir merupakan mantan Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika dan kini menjabat sebagai Komisaris PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC).

Baca juga: Di Balik Alasan Nama Ibu Kota Baru Nusantara dan Artinya...

Lantas, bagaimana sebenarnya mekanisme pemimpin IKN, apakah melalui pemilihan umum (Pemilu)?

Pemilihan pemimpin ibu kota baru

Dalam Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN), disebutkan bahwa pemindahan ibu kota negara dari Provinsi DKI Jakarta dilakukan pada Semester I 2024.

Nantinya, IKN akan menjalankan fungsi sebagai daerah otonom pada tingkat provinsi.

Sebagai Ibu Kota Negara, provinsi tersebut akan menjadi tempat kedudukan bagi lembaga negara, perwakilan negara asing, dan perwakilan organisasi internasional.

Bentuk pemerintahan provinsi ibu kota negara akan diselenggarakan oleh gubernur dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.