Tabung Oksigen hingga Obat Palsu, Penipu di India Merajalela saat Wabah Covid-19

Kompas.com - 04/06/2021, 20:10 WIB
Seorang pasien COVID-19 dengan bantuan oksigen dibawa ke Rumah Sakit Umum Rajiv Gandhi di Chennai, India, Senin, (17/5/2021) AP PHOTO/R PARTHIBHANSeorang pasien COVID-19 dengan bantuan oksigen dibawa ke Rumah Sakit Umum Rajiv Gandhi di Chennai, India, Senin, (17/5/2021)

KOMPAS.com - Neraka virus corona telah memberi keuntungan bagi pasukan penipu di India.

Penipuan ini berupa obat-obatan palsu, alat pemadam kebakaran yang disamarkan sebagai tabung oksigen, hingga alat pelindung diri (APD) daur ulang.

Seorang warga bernama Chandrakant bulan lalu meninggal dunia, terengah-engah di rumahnya, setelah tabung oksigen yang mereka beli seharga 200 dollar AS di internet tak pernah tiba.

"Kami mati-matian berusaha mencari tempat tidur rumah sakit selama seminggu. Dua rumah sakit swasta meminta satu juta rupee (13.800 dollar AS) kepada kami di muka," kata istri Chandrakant, Komal Taneja, dikutip dari AFP.

"Kemudian kami menemukan kontak online yang menjanjikan pengiriman tabung oksigen dalam waktu satu jam setelah melakukan pembayaran 15.000 rupee (200 dollar AS). Ketika kami melakukannya, mereka meminta lebih banyak uang, kemudian berhenti merespons," tutur dia.

Chandrakant yang bekerja di pasar saham meninggal pada 1 Mei, meninggalkan istrinya yang merupakan ibu rumah tangga dan sedang merawat orang tuanya yang sakit.

Baca juga: Setelah Jamur Hitam dan Putih, Muncul Jamur Aspergillosis di India, Apa Itu?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

India memiliki sejarah panjang penipuan yang berani menipu orang-orang biasa, termasuk di luar negaranya.

Hanya dalam satu kasus biasa pada Desember lalu, polisi menggerebek call center yang diduga menipu 4.500 orang Amerika dengan hasil 14 juta dollar AS.

Dengan menyamar sebagai pejabat AS, mereka memberi tahu para korban bahwa rekening bank mereka digunakan oleh kartel narkoba dan bahwa satu-satunya pilihan adalah mengubah aset mereka menjadi bitcoin.

Penyelidik mengatakan, banyak penipu telah mengalihkan perhatian mereka untuk menipu pasien dan kerabat Covid-19 yang putus asa ketika terjadi lonjakan kasus.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.