Mengapa Partai Politik Bisa Guncang dan Terbelah?

Kompas.com - 07/03/2021, 15:18 WIB
Foto kompilasi pada Jumat (5/3/2021) memperlihatkan, Moeldoko (kiri atas) tiba di lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kiri bawah) menyampaikan keterangan terkait KLB Demokrat yang dinilai ilegal di Jakarta, dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan keterangan terkait KLB Demokrat di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat. ANTARA FOTO/ENDI AHMAD-ASPRILLA Foto kompilasi pada Jumat (5/3/2021) memperlihatkan, Moeldoko (kiri atas) tiba di lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kiri bawah) menyampaikan keterangan terkait KLB Demokrat yang dinilai ilegal di Jakarta, dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan keterangan terkait KLB Demokrat di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

KOMPAS.com - Konflik di tubuh Partai Demokrat tengah menjadi sorotan publik.

Bermula dari isu kudeta hingga terselenggaranya Kongres Luar Biasa (KLB) dengan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB.

Kini, ada dua kubu di Demokrat, selain Agus Harimurti Yudhotono (AHY) yang selama ini menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.

Perpecahan partai politik tak hanya terjadi pada Demokrat. 

Sebelumnya, hal yang sama pernah terjadi pada Partai Golkar, PPP, PKB, PAN, PKS, dan lain-lain.

Apa yang menyebabkan keguncangan di partai politik hingga akhirnya terpecah?

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, mengatakan, ada dua faktor penyebabnya yakni faktor internal dan eksternal.

"Kalau di internal tentu soal konflik, beda pandangan, mazhab yang berbeda, itu bisa mengakibatkan guncangan," kata Adi saat dihubungi Kompas.com, Minggu (7/3/2021).

"Kalau yang disebut pihak esksternal itu banyak hal, bisa partai lain, petualang politik, pebisnis politik, bisa tangan-tangan kekuasaan yang mencoba untuk memecah belah dan mengambil alih partai politik," lanjut dia.

Baca juga: Apa yang Memicu Api Konflik di Partai Demokrat?

Masing-masing faktor dinilainya memainkan peran dengan kekuatan yang berbeda.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X