Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Semangat Pantang Menyerah dari Kampung Batik Gedangsari...

Kompas.com - 29/12/2020, 09:35 WIB
Nur Rohmi Aida,
Inggried Dwi Wedhaswary

Tim Redaksi

Situasi tak selalu mudah. Jangan menyerah, jangan menyerah. Ada pepatah Jawa mengingatkan, "ora obah, ora mamah". Jangan kalah!

KOMPAS.com - Kisah para pengusaha dan pengrajin batik di Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, ini, mengingatkan bahwa kita harus obah alias bergerak.

Sejak 2017, Desa Gedangsari ditetapkan menjadi Rintisan Desa Wisata Budaya di DIY.

Sebelum pandemi, desa ini menjadi tujuan wisata, tak hanya untuk yang ingin membeli batik, tetapi juga memberikan edukasi seputar kerajinan batik.

Setelah pandemi, semuanya berubah. Omzet menurun drastis, pengunjung wisata budaya batik juga tak banyak.

Situasi yang terjadi pada 2020 ini memang tak mudah. Seluruh dunia merasakannya.

Para pelaku usaha harus bergerak cepat, mengubah strategi, agar tetap bertahan. Demikian pula yang dilakukan Suryanti (26), seorang pengusaha batik di Desa Tegalrejo, Gedangsari.

Dalam situasi sulit, kata Suryanti, orang-orang lebih mengutamakan kebutuhan pangan daripada sandang.

“Karena kan pasti orang yang penting bisa makan dulu. Ini kan (batik) bisa dibilang kebutuhan tersier,” kata Suryanti, saat berbagi cerita dengan Kompas.com, Rabu (16/12/2020).

Pada situasi pandemi, tak banyak seremoni dan acara-acara formal yang biasanya membuat orang memesan kain batik untuk dikenakan.

Hal inilah yang berpengaruh pada omzet usaha Suryanti dan pelaku usaha batik lainnya.

Akan tetapi, Suryanti tak meratapi situasi saat ini. Ia tetap bersyukur, masih ada pesanan batik yang didapatkannya, meski tak sebanyak sebelumnya.

Ia tak sendiri. Semua pengrajin batik di Gedangsari juga mengalaminya. Yang dilakukan saat ini adalah menghabiskan stok yang tersisa.

Kisah Batik Gedangsari

Motif Batik GedangsariKOMPAS.com/Nur Rohmi Aida Motif Batik Gedangsari
Tumbuhnya para pengrajin batik di Tegalrejo, Gedangsari, berawal dari warganya yang memburuh batik ke desa-desa lain  yang lebih dulu bergerak sebagai pengrajin batik.

Awalnya, masyarakat Tegalrejo hanya bisa melukis batik dengan malam pada kain atau yang disebut dengan mencanting di kain putih. 

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Matahari Tepat di Atas Kabah 27 Mei, Ini Cara Meluruskan Kiblat Masjid

Matahari Tepat di Atas Kabah 27 Mei, Ini Cara Meluruskan Kiblat Masjid

Tren
Kisah Pilu Simpanse yang Berduka, Gendong Sang Bayi yang Mati Selama Berbulan-bulan

Kisah Pilu Simpanse yang Berduka, Gendong Sang Bayi yang Mati Selama Berbulan-bulan

Tren
Bobot dan Nilai Minimum Tes Online 2 Rekrutmen BUMN 2024, Ada Tes Bahasa Inggris

Bobot dan Nilai Minimum Tes Online 2 Rekrutmen BUMN 2024, Ada Tes Bahasa Inggris

Tren
6 Artis yang Masuk Bursa Pilkada 2024, Ada Ahmad Dhani dan Raffi Ahmad

6 Artis yang Masuk Bursa Pilkada 2024, Ada Ahmad Dhani dan Raffi Ahmad

Tren
7 Dokumen Syarat Pendaftaran CPNS 2024 yang Wajib Disiapkan

7 Dokumen Syarat Pendaftaran CPNS 2024 yang Wajib Disiapkan

Tren
Kelompok yang Boleh dan Tidak Boleh Beli Elpiji 3 Kg, Siapa Saja?

Kelompok yang Boleh dan Tidak Boleh Beli Elpiji 3 Kg, Siapa Saja?

Tren
Jarang Diketahui, Ini Manfaat dan Efek Samping Minum Teh Susu Setiap Hari

Jarang Diketahui, Ini Manfaat dan Efek Samping Minum Teh Susu Setiap Hari

Tren
Pertamina Memastikan, Daftar Beli Elpiji 3 Kg Pakai KTP Tak Lagi Dibatasi hingga 31 Mei 2024

Pertamina Memastikan, Daftar Beli Elpiji 3 Kg Pakai KTP Tak Lagi Dibatasi hingga 31 Mei 2024

Tren
Benarkah Makan Cepat Tingkatkan Risiko Obesitas dan Diabetes?

Benarkah Makan Cepat Tingkatkan Risiko Obesitas dan Diabetes?

Tren
BMKG: Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 24-25 Mei 2024

BMKG: Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 24-25 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Ikan Tinggi Natrium, Pantangan Penderita Hipertensi | Sosok Pegi Pelaku Pembunuhan Vina

[POPULER TREN] Ikan Tinggi Natrium, Pantangan Penderita Hipertensi | Sosok Pegi Pelaku Pembunuhan Vina

Tren
8 Golden Rules JKT48 yang Harus Dipatuhi, Melanggar Bisa Dikeluarkan

8 Golden Rules JKT48 yang Harus Dipatuhi, Melanggar Bisa Dikeluarkan

Tren
Saat Prabowo Ubah Nama Program Makan Siang Gratis Jadi Makan Bergizi Gratis untuk Anak-anak...

Saat Prabowo Ubah Nama Program Makan Siang Gratis Jadi Makan Bergizi Gratis untuk Anak-anak...

Tren
Microsleep Diduga Pemicu Kecelakaan Bus SMP PGRI 1 Wonosari, Apa Itu?

Microsleep Diduga Pemicu Kecelakaan Bus SMP PGRI 1 Wonosari, Apa Itu?

Tren
Ilmuwan Temukan Kemungkinan Asal-usul Medan Magnet Matahari, Berbeda dari Perkiraan

Ilmuwan Temukan Kemungkinan Asal-usul Medan Magnet Matahari, Berbeda dari Perkiraan

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com