8 Momen Jokowi Marah dan Sentil Para Pembantunya...

Kompas.com - 23/12/2020, 08:10 WIB
Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla saat melantik menteri dan pejabat hasil reshuffle di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/1/2018) KOMPAS.com/IhsanuddinPresiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla saat melantik menteri dan pejabat hasil reshuffle di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/1/2018)

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mengumumkan perombakan Kabinet Indonesia Maju pada Selasa (22/12/2020) sore.

Dalam pengumuman tersebut, Jokowi mengenalkan enam orang nama sebagai menteri-menteri baru di Kabinet Indonesia Maju.

Perinciannya yakni Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial menggantikan Juliari Batubara yang menjadi tersangka KPK, Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggantikan Wishnutama Kusubandio, Budi Gunawan Sadikin sebagai Menteri Kesehatan menggantikan Terawan Agus Putranto.

Baca juga: Jokowi Masuk 5 Besar Pemimpin Negara yang Paling Banyak Dibicarakan di Twitter Sepanjang 2020

Selebihnya masih ada lagi Yaqut Cholil Quomas atau yang biasa dikenal dengan Gus Yaqut sebagai Menteri Agama menggantikan Fachrul Razi, Wahyu Sakti Trenggono menggantikan Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan serta terakhir M Lutfi sebagai Menteri Perdagangan menggantikan posisi Agus Suparmanto.

Sebelumnya, isu reshuffle telah muncul sejak kemarahan Jokowi di sidang kabinet pada pertengahan tahun ini. Akan tetapi baru Selasa (22/12/2020) kemarin, Jokowi akhirnya mengumumkan perombakan Kabinet Indonesia Maju.

Baca juga: Selain Ulin Yusron, Ini 7 Nama Relawan Jokowi yang Masuk Jajaran Komisaris BUMN

Berikut ini 8 momen jokowi marah dan sentil para pembantunya:

1. Menteri bersikap biasa di tengah krisis

Presiden Jokowi marah di depan para menterinya saat membuka sidang kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta, 18 Juni 2020.

Kemarahannya itu dipublikasikan pada 28 Juni 2020 lewat video di akun YouTube Sekretariat Presiden.

Dalam video tersebut, Presiden Jokowi dengan nada tinggi menegur para menteri yang masih bersikap biasa saja di masa krisis seperti sekarang, baik itu akibat pandemi Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian.

"Saya lihat, masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa enggak punya perasaan? Suasana ini krisis!" ujar Jokowi.

Baca juga: Ramai soal Menkes Terawan, Kemenkes: Pak MK, Alhamdulillah Sehat

Presiden bahkan mengeluarkan ancaman perombakan atau reshuffle kabinet.

Jokowi menilai para menterinya tidak memiliki sense of crisis di tengah situasi pandemi virus corona.

Melansir Kompas.Tv, 28 Juni 2020, lambatnya belanja kementerian juga jadi pemicu kemarahan presiden.

Hal yang disentil presiden antara lain belanja bidang kesehatan dan stimulus ekonomi yang seret.

"Bidang kesehatan, itu dianggarkan Rp 75 triliun. 75 triliun. Baru keluar 1,53 persen coba. Uang beredar di masyarakat ke-rem ke situ semua. Segera itu dikeluarkan dengan penggunaan yang tepat sasaran, sehingga men-trigger ekonomi," kata Jokowi.

Baca juga: Mengenal Sosok Budi Gunadi Sadikin yang Disebut-sebut Potensial Geser Posisi Terawan

2. Jurnalis asing kerap beritakan hal negatif

Mengutip Kompas.com, 22 Oktober 2020, Jokowi menegur para menterinya pada saat memimpin rapat terbatas tentang laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, 24 Agustus 2020.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X