Nasihat SBY: karena Kalian Anak Presiden, Begitu Hukumnya...

Kompas.com - 22/12/2020, 13:23 WIB
Calon Wali Kota Solo dari Partai PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka menggelar jumpa pers terkait hasil hitung cepat internal partai di kantor DPC PDI Perjuangan, Purwosari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/12/2020). Berdasarkan hasil hitung cepat internal partai hingga Rabu (9/12/2020) sore, pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa memperoleh suara sekitar 85 persen, atau unggul atas pasangan Bagyo Wahyono-FX. Suparjo dengan suara sekitar 14 persen pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo Pilkada 2020. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/aww. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHACalon Wali Kota Solo dari Partai PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka menggelar jumpa pers terkait hasil hitung cepat internal partai di kantor DPC PDI Perjuangan, Purwosari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/12/2020). Berdasarkan hasil hitung cepat internal partai hingga Rabu (9/12/2020) sore, pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa memperoleh suara sekitar 85 persen, atau unggul atas pasangan Bagyo Wahyono-FX. Suparjo dengan suara sekitar 14 persen pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo Pilkada 2020. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/aww.

Walau mereda, dan saat ini menghilang sementara, perdebatan atau polemik sejak dari pencalonan sampai terpilihnya Bobby Nasution dan Gibran Rakabuming untuk jadi walikota Medan dan Solo, diperkirakan akan muncul lagi. Masalah ini akan timbul dan tenggelam silih berganti seterusnya.

Bobby dan Gibran adalah menantu dan putera Presiden Joko Widodo dan Nyonya Iriana Joko Widodo. Polemik akan terus berlangsung, entah sampai kapan.

Dalam waktu tidak lama lagi, Bobby dan Gibran secara resmi jadi walikota Medan dan Solo. Kedua kota itu akan menjadi dua titik perhatian dunia media massa (segala macam jenisnya) dan masyarakat.

Sebagian pejabat pemerintah atau penggemar berat Jokowi akan sedikit membungkukkan badan manakala masuk ke kedua kota ini. Ini sedikit bergurau.

Ketika menyimak berbagai berita menyangkut Bobby dan Gibran, asosiasi dalam benak saya selalu diikuti beberapa kalimat tulisan Presiden RI ke-6 (2004 -2014), Susilo Bambang Yudhoyono.

Seperti Jokowi, SBY juga berasal dari wilayah kaki Gunung Lawu. Boleh dibilang mereka adalah trah Lawu, walaupun Pacitan di Jawa Timur dan Solo di Jawa Tengah. Telapak kaki Lawu itu sampai ke Pacitan. Itu kata seseorang (sekarang jadi pejabat tinggi dalam pemerintahan saat ini) kepada saya tahun 2015.

Buku yang saya kemukakan dalam tulisan ini berjudul: SBY, SELALU ADA PILIHAN - Untuk Pecinta Demokrasi dan Para Pemimpin Indonesia Mendatang.

Buku ini dimunculkan oleh Penerbit buku Kompas, Jakarta 2014 menjelang berakhirnya SBY melepaskan jabatan presiden RI ke-6.

Beberapa kalimat dalam beberapa sub judul buku ini akan saya kutip atau saya cuplik terpisah satu dengan lainnya. Simaklah kalimat-kalimat tulisan SBY di bawah ini.

Kalimat-kalimat kutipan di bawah ini saya ambil dari artikel di bawah subjudul, "KEHIDUPAN BARU YANG SANGAT BERBEDA DAN BULAN MADU YANG CEPAT BERAKHIR" (halaman 104 sampai 111).

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X