Survei: Perusahaan Dinilai Lebih Bisa Diandalkan daripada Pemerintah Saat Pandemi Corona

Kompas.com - 12/10/2020, 14:17 WIB
Seorang wanita yang mengenakan masker pelindung bekerja di pabrik Galanz di Foshan, Cina, 18 Februari 2020. Sementara Airbus, General Motors, Toyota, Foxconn dan banyak lainnya mulai berproduksi mengikuti aturan baru yang dikeluarkan oleh otoritas lokal. EPA-EFE/ALEX PLAVEVSKI ALEX PLAVEVSKISeorang wanita yang mengenakan masker pelindung bekerja di pabrik Galanz di Foshan, Cina, 18 Februari 2020. Sementara Airbus, General Motors, Toyota, Foxconn dan banyak lainnya mulai berproduksi mengikuti aturan baru yang dikeluarkan oleh otoritas lokal. EPA-EFE/ALEX PLAVEVSKI

KOMPAS.com - Sebuah survei memperlihatkan bahwa pandemi virus corona telah menunjukkan adanya defisit kepemimpinan di seluruh dunia.

Survei itu juga menyebutkan bahwa lebih banyak orang percaya perusahaan daripada pemerintah untuk menjaga perekonomian tetap berjalan selama krisis.

Adalah Milken Institute dan Harris Pool yang melakukan survei tersebut kepada 29.000 orang dari 27 negara antara Februari hingga Oktober 2020.

Dikutip dari Bloomberg, Senin (12/10/2020), lebih dari 70 persen warga diseluruh dunia mengatakan mereka mengalami titik terendah dalam sejarah bangsa mereka.

Baca juga: Sri Mulyani: Saya Sudah Lewati Beberapa Krisis, tetapi Covid-19 Luar Biasa

Tantangan sosial ekonomi

Sementara hampir dua pertiga menyebut pemimpin mereka dinilai tidak berhubungan atau tak terlalu peduli terhadap apa yang terjadi pada mereka.

"Ketika Covid-19 adalah krisis kesehatan masyarakat, itu juga telah menjadi tantangan bagi sosial-ekonomi dan lembaga pemerintah lainnya," kata Kepala Eksekutif Harris Pool John Gerzema.

"Mungkin lebih dari sekedar virus, kesulitan umum yang kita hadapi adalah kurangnya kepemimpinan yang bisa dijadikan panutan di panggung dunia," lanjutnya.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, lebih dari 1 juta orang telah meninggal akibat virus corona dengan infeksi global melebihi 37 juta.

Amerika Serikat India, dan Brasil menjadi negara yang paling terdampak virus corona.

Menurut Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan Dana Moneter Internasional (IMF), kembalinya ekonomi dunia ke fase normal kemungkinan akan lebih lama dan lebih berliku dari perkiraan sebelumnya.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X