Kasus Covid-19 Melonjak, Kota-kota di Eropa Umumkan Pembatasan Baru

Kompas.com - 19/09/2020, 13:14 WIB
Penjaga perbatasan Ukraina memblokir jalan di perbatasan Belarus-Ukraina, di Belarus, Selasa, 15 September 2020. Sekitar 700 peziarah Yahudi terjebak di perbatasan Belarus karena pembatasan corona yang melarang mereka memasuki Ukraina. Ribuan peziarah mengunjungi kota itu setiap September untuk merayakan Rosh Hashana, tahun baru Yahudi. Namun, Ukraina menutup perbatasannya pada akhir Agustus di tengah lonjakan infeksi Covid-19. Penjaga perbatasan Ukraina memblokir jalan di perbatasan Belarus-Ukraina, di Belarus, Selasa, 15 September 2020. Sekitar 700 peziarah Yahudi terjebak di perbatasan Belarus karena pembatasan corona yang melarang mereka memasuki Ukraina. Ribuan peziarah mengunjungi kota itu setiap September untuk merayakan Rosh Hashana, tahun baru Yahudi. Namun, Ukraina menutup perbatasannya pada akhir Agustus di tengah lonjakan infeksi Covid-19.

KOMPAS.com - Beberapa negara Eropa, dari Denmark hingga Yunani mengumumkan adanya pembatasan baru pada Jumat (18/9/2020) seiring lonjakan kasus di kota terbesar mereka.

Sementara itu, Inggris yang melaporkan lonjakan kasus harian tertinggi sejak Mei 2020 juga tengah mempertimbangkan langkah serupa.

Kasus di Inggris hampir dua kali lipat menjadi 6.000 per hari pada minggu terakhir pelaporan, sehingga membuat peningkatan jumlah pasien di rumah sakit.

Lonjakan kasus-kasus baru itu terjadi di seluruh bagian utara Inggris dan London.

Baca juga: Inggris Catat 6.000 Kasus Harian, Akankah Ada Lockdown Kedua?

Inggris

Dikutip dari Aljazeera, Jumat (18/9/2020), Perdana Menteri Inggris Boris Johnsonn mengatakan gelombang kedua virus corona tak dapat dihindari.

Meski tak ingin melakukan penguncian berskala nasional kembali, tetapi pemerintah mungkin akan memberlakukan pembatasan baru.

"Kami sekarang melihat gelombang kedua datang. Saya khawatir bahwa kita akan melihatnya di negeri ini," kata dia.

Baca juga: Beberapa Catatan soal Resesi Inggris...

"Saya sama sekali tidak ingin melakukan penguncian nasional kedua. Ketika Anda melihat apa yang terjadi, pasti Anda bertanya-tanya apakah kita perlu melangkah lebih jauh," lanjutnya.

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan, Inggris harus bersatu selama beberapa minggu mendatang untuk mengatasi lonjakan itu.

Menurutnya, penularan baru sebagian besar terjadi di lingkungan sosial dan telah menyebabkan jumlah pasien dirawat meningkat dua kali lipat.

Infeksi juga telah meningkat di sebagian besar Eropa selama dua bulan terakhir. Penerimaan perawatan intensif dan kematian juga mulai meningkat, terutama di Spanyol dan Perancis.

Baca juga: Update Vaksin Covid-19 di Seluruh Dunia, dari Rusia hingga Inggris

Halaman:
Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X