Mengenang 75 Tahun Insiden Penyobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato

Kompas.com - 19/09/2020, 10:27 WIB
Foto kolase peristiwa perobekan bendera Belanda di Hotel Majapahit saat teatrikal peristiwa perobekan bendera di Hotel Yamato (kini Hotel Majapahit) di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/9/2018). Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati peristiwa perobekan bendera Belanda menjadi bendera Indonesia pada 19 September 1945. ANTARA FOTO/ZABUR KARURUFoto kolase peristiwa perobekan bendera Belanda di Hotel Majapahit saat teatrikal peristiwa perobekan bendera di Hotel Yamato (kini Hotel Majapahit) di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/9/2018). Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati peristiwa perobekan bendera Belanda menjadi bendera Indonesia pada 19 September 1945.

KOMPAS.com - Hari ini, 75 tahun lalu atau tepatnya 19 September 1945, terjadi insiden di Hotel Yamato, Surabaya.

Saat itu, arek-arek Surabaya melakukan penyobekan bendera Belanda, sehingga menyisakan warna merah dan putih saja.

Peristiwa tersebut merupakan salah satu peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia, karena bentuk perlawanan terhadap penjajahan.

Untuk mengenang peristiwa tersebut, pada tahun-tahun sebelumnya diadakan reka ulang atau drama di sekitar Hotel Yamato, yang sekarang bernama Hotel Majapahit.

Dikutip Harian Kompas, 11 September 2000, pada tanggal 19 September 1945 pukul 06.00 WIB, tentara Belanda yang tergabung dalam tentara Sekutu menaikkan bendera Belanda berwarna merah-putih-biru di atas puncak Hotel Yamato.

Pengibaran bendera itu membuat warga Surabaya marah. Ribuan warga yang sebagian besar pemuda segera berkumpul di depan hotel.

Sebagian pemuda memakai seragam hitam, yang biasa dipakai oleh Jibakutai, barisan berani mati.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Insiden Hotel Yamato, Pemicu Aksi 10 November 1945

Menurut Sudi Suyono, salah seorang pemuda yang dikutip dari buku berjudul Rakyat Jawa Timur Mempertahankan Kemerdekaan (1994), massa terus datang mengalir.

Jalan Tunjungan, halaman hotel, serta halaman toko yang berdampingan penuh massa dengan luapan amarah. Agak ke belakang halaman hotel itu, beberapa tentara Jepang tampak tenang berjaga di posnya.

Ketika kerumunan semakin memadat, muncullah Residen Sudirman dengan mobil hitamnya. Mobil itu sudah dikenal dan massa pun menyibak memberi jalan.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X