Kabar Baik: Vaksin Covid-19 dari China Segera Uji Klinis di Indonesia | Update 5 Vaksin Lainnya

Kompas.com - 20/07/2020, 15:28 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19, vaksin virus corona ShutterstockIlustrasi vaksin Covid-19, vaksin virus corona

KOMPAS.com - Vaksin virus corona jenis baru penyebab Covid-19 yang diproduksi Sinovach Bitoech Ltd telah tiba di Indonesia pada Minggu (19/7/2020).

Vaksin Covid-19 dari perusahaan asal China ini telah diserahkan kepada PT Bio Farma untuk diuji klinis.

Perusahaan BUMN PT Bio Farma bekerja sama dengan perusahaan asal China, Sinovac Biotech, Ltd untuk memproduksi vaksin virus corona.

Seperti diberitakan Kompas.com, Senin (20/7/2020), Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir menyebut bahwa vaksin yang diproduksi Sinovac ini telah melewati uji klinis fase I dan II.

Adapun uji klinis tahap III akan segera dilakukan di berbagai negara dalam waktu dekat, termasuk di Indonesia.

Menurut Honesti, Bio Farma akan bekerja sama dengan Universitas Padjajaran (Unpad) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) untuk mempersiapkan uji klinis tahap tiga tersebut.

Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika disetujui BPOM, vaksin tersebut dapat mulai digunakan untuk keadaan darurat mulai kuartal pertama 2021.

Baca juga: Selain Indonesia, Calon Vaksin Corona dari Sinovac Juga Diuji Coba 2 Negara Ini

Perkembangan vaksin Covid-19 lokal

Selain itu, vaksin lokal untuk Covid-19 juga tengah dikembangkan dan diprediksi akan tersedia bagi masyarakat pertengahan 2022 mendatang.

Honesti mengungkapkan, pengembangan vaksin lokal ini dilakukan oleh Bio Farma di bawah konsorsium nasional yang dibentuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Konsorsium tersebut juga terdiri dari Eijkman Institute, kementerian dan institusi terkait, serta perguruan tinggi.

Eijkman Institute akan mengembangkan klon prorotipe sebagai awal pembuatan vaksin lokal ini. Adapun target untuk menyelesaikan klon prototipe adalah pada Februari 2021.

Kemudian, Bio Farma akan melanjutkan proses ini secara bertahap pada tingkat pengembangan.

Uji pra klinis baru akan dilaksanakan pada kuartal kedua 2021 dan uji klinis pada kuartal ketiga 2021.

"Apabila hasil uji klinis bagus, vaksinnya akan tersedia untuk masyarakat pada kuartal pertama 2022 atau pertengahan 2022," kata Honesti.

Baca juga: Sudah Sampai di Indonesia, Vaksin Asal China Diserahkan ke Bio Farma

Perkembangan vaksin Covid-19 di dunia

Ilustrasi vaksin coronaShutterstock Ilustrasi vaksin corona
Secara global, para peneliti di dunia tengah berupaya mengembangkan vaksin Covid-19.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada lebih dari 140 calon vaksin Covid-19 yang tercatat.

Melansir The Guardian, 18 Juli 2020, berikut adalah tahapan pengujian vaksin ini:

  • Tahap pra klinis: peneliti memberikan vaksin kepada hewan untuk melihat apakah dapat memicu respons imun
  • Fase I uji klinis: vaksin diberikan kepada sekelompok kecil orang untuk mengukur keamanan dan mempelajari lebih bayak tentang respons imun yang ditimbulkan
  • Fase II: vaksin diberikan kepada ratusan orang sehingga ilmuwan dapat mempelajari lebih banyak tentang keamanan dan dosis yang tepat
  • Fase III: vaksin diberikan kepada ribuan orang untuk dikonfirmasi keamanannya, termasuk efek samping yang jarang ditemukan beserta keefektifannya. Pengujian ini melibatkan kelompok kontrol yang diberi plasebo.

Berikut beberapa kandidat vaksin Covid-19 yang telah berada di pengujian fase II dan III:

Sinovac

Perusahaan asal China ini diketahui mengembangkan vaksin corona berdasarkan partikel Covid-19 yang telah dinonaktifkan. 

Vaksin ini telah menunjukkan profil keamanan yang menjanjikan pada tahap awal pengujian dan tengah bersiap untuk menjalani uji coba fase III di Brazil.

Baca juga: Dituduh Retas Informasi Vaksin Covid-19, Rusia Buka Suara

University of Melbourne/Murdoch Children's Research Institute

Murdoch Children's Research Institute di Australia diketahui tengah menjalankan uji fase III untuk pengembangan vaksin Covid-19.

Mereka menggunakan vaksin tuberkulosis berusia hampir 100 tahun.

Vaksin ini disebut tidak akan melindungi secara langsung terhadap Covid-19, tetapi mungkin dapat meningkatkan respons imun non-spesifik dari tubuh.

University of Oxford/AstraZeneca

University of Oxford juga tengah mengembangkan vaksin Covid-19. Mereka mengujinya melalui virus simpanes, yang disebut sebagai vektor vaksin.

Vektor berisi kode genetik dari spike protein yang ditemukan pada virus corona dan memicu respons kekebalan yang kuat dalam tubuh manusia.

Vaksin ini tengah berada pada kombinasi fase II/III di Inggris dan baru-baru ini memasuki uji coba fase III di Afrika Selatan dan Brazil.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Buatan Lokal Baru Tersedia 2022, Vaksin dari China 2021

CanSino Biologics Inc./Beijing Institute of Biotechnology

Vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan asal China CanSino Biologics dan Beijing Institute of Biotechnology dilaporkan menunjukkan hasil yang menjanjikan pada pengujian fase II.

Namun demikian, data dari pengujian belum dipublikasikan.

Saat ini, vaksin tersebut telah disetujui untuk penggunaan militer, tetapi tidak jelas seberapa luas pendistribusian ini akan dilakukan.

Moderna/NIAID

Ilustrasi vaksin coronaShutterstock Ilustrasi vaksin corona
Perusahaan bioteknologi asal Amerika, Moderna, tengah mengembangkan kandidat vaksin Covid-19 dengan menggunakan messenger RNA (mRNA) untuk mengelabui tubuh agar memproduksi protein virus itu sendiri.

Sejauh ini, belum ada vaksin mRNA yang pernah disetujui untuk penyakit menular.

Adapun pengembangan vaksin ini telah berada pada proses pengujian fase II.

Selain vaksin-vaksin di atas, ada pula sejumlah vaksin yang telah memasuki tahap pengujian. Berikut daftarnya:

  • Inovio Pharmaceuticals/International Vaccine Institute
  • Osaka University/ AnGes/ Takara Bio
  • Cadila Healthcare Limited
  • Wuhan Institute of Biological Products/Sinopharm
  • Beijing Institute of Biological Products/Sinopharm
  • Bharat Biotech
  • Novavax
  • BioNTech/Fosun Pharma/Pfizer
  • Genexine Consortium
  • Institute of Medical Biology, Chinese Academy of Medical Sciences
  • Gamaleya Research Institute
  • Clover Biopharmaceuticals Inc./GSK/Dynavax
  • Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical/ Institute of Microbiology, Chinese Academy of Sciences
  • Vaxine Pty Ltd/Medytox
  • University of Queensland/CSL/Seqirus
  • Imperial College London
  • Curevac
  • People's Liberation Army (PLA) Academy of Military Sciences/Walvax Biotech.
  • Medicago Inc. 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X