Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Fakta Wisatawan China Meninggal Usai Jatuh ke Jurang TWA Kawah Ijen

Kompas.com - 23/04/2024, 17:30 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Mahardini Nur Afifah

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Wisatawan asal China berinisial HL (31) meninggal dunia setelah terjatuh dari atas bibir jurang di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (20/4/2024).

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, HL berangkat berwisata ke TWA Kawah Ijen Banyuwangi bersama suaminya, ZY.

Mereka berangkat bersama rombongan dengan didampingi oleh pemandu wisata bernama Guswanto, Sabtu (20/4/2024) pukul 02.10 WIB.

Berikut beberapa fakta terkait wisatawan China yang meninggal dunia usai terjatuh ke jurang di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen.

Baca juga: Tragedi 20 Februari 1979, Saat Gas Beracun Kawah Sinila Dieng Tewaskan 149 Orang


Fakta wisatawan China jatuh ke jurang Kawah Ijen

Terdapat beberapa fakta mengenai wisatawan China yang meninggal dunia usai terjatuh ke jurang di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen:

1. Kronologi wisatawan China jatuh ke jurang Kawah Ijen

Guswanto mengatakan, HL, ZY, dan rombongan lainnya berangkat dari Paltuding ke TWA Kawah Ijen pada Sabtu (20/4/2024) sekitar pukul 02.10 WIB.

Keduanya kemudian naik ke Gunung Ijen, lalu turun ke bagian jalur kawah untuk menyaksikan fenomena api biru atau blue fire di dasar kawah.

Setelah itu, kata Guswanto, korban dan rombongan kembali naik ke bibir kawah untuk menyaksikan Matahari terbit.

Saat sampai di bibir kawah, keduanya pun berfoto dengan latar belakang Matahari terbit dengan mencari spot foto.

"Mereka berfoto bergantian. Awalnya sang suami befoto seorang diri. Setelah itu, sang istri," kata Guswanto, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (20/4/2024).

Mulanya HL berfoto dengan jarak sekitar 2-3 meter dari bibir kawah. Akan tetapi, ia mundur agar lebih dekat dengan kayu yang ada di belakangnya.

Pada saat itulah, kata Guswanto, korban keserimpet rok panjang yang dikenakannya dan membuatnya terjatuh ke jurang sedalam puluhan hingga 100 meter.

Baca juga: Bagaimana Fenomena Api Biru di Kawah Ijen Muncul?

2. Proses evakuasi korban butuh waktu 2 jam

Lebih lanjut Guswanto mengatakan, bahwa ia segera turun dari kawah dan meminta bantuan petugas.

Selanjutnya, petugas TWA Kawah Ijen menerjunkan tim untuk mengevakuasi korban. 

Akan tetapi, lantaran medannya sulit dijangkau, proses evakuasi pun membutuhkan waktu sekitar dua jam.

Halaman:

Terkini Lainnya

Rincian Biaya Kuliah Universitas Mercu Buana 2024/2025

Rincian Biaya Kuliah Universitas Mercu Buana 2024/2025

Tren
Kisruh Penangkapan Pegi dan Penghapusan DPO Pembunuhan Vina, Kompolnas Akan Minta Klarifikasi Polda Jabar

Kisruh Penangkapan Pegi dan Penghapusan DPO Pembunuhan Vina, Kompolnas Akan Minta Klarifikasi Polda Jabar

Tren
Idul Adha 2024 Tanggal Berapa? Ini Menurut Muhammadiyah dan Pemerintah

Idul Adha 2024 Tanggal Berapa? Ini Menurut Muhammadiyah dan Pemerintah

Tren
Berapa Lama Durasi Jalan Kaki untuk Mengecilkan Perut Buncit?

Berapa Lama Durasi Jalan Kaki untuk Mengecilkan Perut Buncit?

Tren
Prakiraan BMKG: Wilayah yang Berpotensi Dilanda Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir 28-29 Mei 2024

Prakiraan BMKG: Wilayah yang Berpotensi Dilanda Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir 28-29 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Tanda Kolesterol Tinggi yang Kerap Diabaikan | Bantah Bunuh Vina, Pegi Tetap Diancam Hukuman Mati

[POPULER TREN] Tanda Kolesterol Tinggi yang Kerap Diabaikan | Bantah Bunuh Vina, Pegi Tetap Diancam Hukuman Mati

Tren
Matahari Tepat di Atas Kabah, Saatnya Cek Arah Kiblat

Matahari Tepat di Atas Kabah, Saatnya Cek Arah Kiblat

Tren
Kekuasaan Sejarah

Kekuasaan Sejarah

Tren
Kisah Alfiana, Penari Belia yang Rela Sisihkan Honor Demi Berhaji, Jadi Salah Satu Jemaah Termuda

Kisah Alfiana, Penari Belia yang Rela Sisihkan Honor Demi Berhaji, Jadi Salah Satu Jemaah Termuda

Tren
Jokowi Luncurkan Aplikasi Terpadu INA Digital, Bisa Urus SIM, IKD, dan Bansos

Jokowi Luncurkan Aplikasi Terpadu INA Digital, Bisa Urus SIM, IKD, dan Bansos

Tren
Biaya UKT Universitas Muhammadiyah Maumere, Bisa Dibayar Pakai Hasil Bumi atau Dicicil

Biaya UKT Universitas Muhammadiyah Maumere, Bisa Dibayar Pakai Hasil Bumi atau Dicicil

Tren
Pegi Bantah Telah Membunuh Vina, Apakah Berpengaruh pada Proses Hukum?

Pegi Bantah Telah Membunuh Vina, Apakah Berpengaruh pada Proses Hukum?

Tren
Singapura Tarik Produk Kacang Impor Ini karena Risiko Kesehatan, Apakah Beredar di Indonesia?

Singapura Tarik Produk Kacang Impor Ini karena Risiko Kesehatan, Apakah Beredar di Indonesia?

Tren
Maskot Pilkada DKI Jakarta Disebut Mirip Kartun Shimajiro, KPU Buka Suara

Maskot Pilkada DKI Jakarta Disebut Mirip Kartun Shimajiro, KPU Buka Suara

Tren
Ramai di Media Sosial, Bagaimana Penilaian Tes Learning Agility Rekrutmen BUMN?

Ramai di Media Sosial, Bagaimana Penilaian Tes Learning Agility Rekrutmen BUMN?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com